135 seniman terlibat dalam pameran Putri Sukmawati di Bali

Pertunjukan tersebut akan melibatkan 135 orang yang terdiri dari penari, pemusik, dan seniman

Denpasar (Partaipandai.id) – Seniman Sukmawati Soekarnoputri, putri Presiden Pertama Republik Indonesia Soekarno, akan menggelar pameran seni topeng di Bali bekerjasama dengan 135 seniman pada November 2022.

“Penampilan akan melibatkan 135 orang yang terdiri dari penari, pemusik, dan seniman ternama yang akan menampilkan karya seni tradisional-modern,” kata Putri Sukmawati di Denpasar, Rabu.

Demi kelancaran pameran seni rupa, Putri Sukmawati yang juga seorang politisi mengunjungi Ketua Dekranasda Bali Putri Suastini Koster untuk audiensi mengenai rencananya.

Kepada istri Gubernur Bali Wayan Koster, Sukmawati mengatakan, apa yang akan digelar pada 18-19 November 2022 di Ardha Candra Art Center Bali Open Stage adalah pertunjukan topengnya sendiri.

Baca juga: “Terrupa Festival” mempersembahkan karya seniman NFT di Bali

“Diharapkan pagelaran tersebut dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan seni rupa di Bali dan dapat memberikan inspirasi bagi seniman-seniman yang ada untuk berkarya lebih banyak, sehingga menghasilkan yang terbaik untuk Bali,” ujar Sukmawati.

Sukmawati pun mengajak Putri Suastini untuk berkolaborasi dengan membacakan puisi. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dekranasda Bali menyambut baik hal tersebut mengingat dirinya juga seorang seniman Bali.

Senada dengan harapan Sukmawati, Putri Suastini juga berharap pameran seni rupa ini dapat memberikan dampak positif bagi seni rupa Bali, apalagi pameran topeng akan berlangsung setelah puncak KTT G20.

“Dengan pagelaran ini, para seniman dan anak muda Bali bisa lebih terpacu dalam menciptakan karya seni yang berkualitas dengan menjunjung tinggi tradisi, seni, adat dan budaya Bali,” kata Putri Suastini menanggapi rencana Sukmawati.

Selain hadirin, Sukmawati juga tiba di Bali untuk mengunjungi pameran IKM Bali Bangkit sambil ditemani oleh Putri Suastini.

Dihadapan putri Presiden Soekarno, Putri Suastini menjelaskan tentang booth UKM yang menghiasi Art Center Cultural Park, yaitu pengrajin tenun di Pulau Dewata.

Pengrajin yang terlibat dalam Pameran IKM Bali Bangkit ini berdasarkan proses kurasi yang telah difasilitasi secara gratis, sehingga dapat menjual produk dengan kualitas dan harga terbaik.

Sukmawati yang melihat hal tersebut sangat mengapresiasi upaya Pemprov dalam mendukung dan mengelola keberadaan UKM, sehingga kain tenun Bali dapat dilestarikan.

Baca juga: Festival Kesenian Bali Jani 2022 dimeriahkan dengan kompetisi berskala nasional

Baca juga: Pemerintah Kabupaten Buleleng mengadakan lomba pembuatan wayang untuk generasi muda

Baca juga: Ubud & Beyond Festival diadakan untuk mendukung artis pendatang baru

Reporter: Ni Putu Putri Muliantari
Redaktur : Suryanto
Redaksi Pandai 2022

Sumber

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *