
Jakarta (Partaipandai.id) – Film dari MAX Pictures berjudul “2045 Apa Ada Cinta” akan tayang di bioskop pada 1 Desember 2022.
“Filmnya sudah lama ya. Kami buat sebelum pandemi. Jadi sekitar dua setengah tahun ya. Hampir tiga tahun,” kata produser Max Pictures Ody Mulya Hidayat saat ditemui di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat. malam.
“Sudah beberapa kali mendapat tawaran untuk tayang. Tapi kami menolak karena masih pandemi. Jadi ya, ini waktu yang tepat untuk siaran. Semoga beruntung. Ini bisa menarik perhatian, terutama bagi para pecinta IT dan teknologi,” imbuhnya.
Di sisi lain, Sutradara Indra Gunawan menjelaskan bahwa film ini mewadahi impian generasi muda Indonesia di tahun 2045.
Ia mengatakan, dari 32.000 ide, akhirnya dipilih 10 ide untuk dijadikan film.
“Tahun 2045 sebenarnya kami buat untuk menampung khayalan atau impian ribuan anak Indonesia. Dulu kami pernah mengadakan kuis, mau apa di tahun 2045? Indonesia memang seperti itu,” jelas Indra.
“Jawabannya ribuan. Tapi kita tidak mungkin memasukkan semuanya dalam satu film. Makanya kita pilih 10 dari 32 ribu ide yang paling tidak realistis dan bisa terjadi di tahun 2045,” pungkasnya.
Film “2045 Apa Ada Cinta” diperankan oleh Yasmin Napper, Indah Kusuma, Cinta Brian, Roy Marten, Ferry Salim, Nino Fernandes dan masih banyak lagi.
Film ini menceritakan tentang dua sahabat bernama Meara (diperankan oleh Indah Kusuma) dan Renata (diperankan oleh Yasmin Napper). Suatu hari, Renata membantu Meara mengerjakan tugas kuliahnya dengan bertemu seorang pengusaha muda.
Marshal (diperankan Cinta Brian) adalah narasumber tugas Meara yang juga merupakan Co-Founder program Go Green.
Pertemuan itu, meski singkat, cukup membuat Meara jatuh cinta pada sang Marsekal. Meara pun meminta bantuan Renata yang bisa menjadi hacker untuk mencari informasi tentang Marshal.
Di sisi lain, Marshal tertarik pada Renata yang menurutnya cerdas dan berbakat.
Baca juga: “Is There Love 2045?”, sebuah film tentang Indonesia di masa depan
Baca juga: Kamila Andini mengatakan, bahasa daerah membuat dialog film lebih ritmis
Baca juga: 9 proyek dari workshop Film Indonesiana 2022 menarik calon investor
Reporter: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Alviansyah Pasaribu
Redaksi Pandai 2022

