
Jakarta (Partaipandai.id) – Anggota Dewan Syariah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kiai Haji Fadlolan Musyaffa mendoakan agar Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menjadi calon wakil presiden pada pemilu 2024.
Harapan tersebut disampaikan Kiai Fadlolan Musyaffa saat memberikan orasi pada Halaqah Ulama bertema “Peran Ulama dalam Pengawasan Pelaksanaan Hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia” di Pesantren Fadhlul Fadhlan, Mijen, Semarang, Sabtu.
“Jadi, saya kenal dia Prof Mahfud dari dulu jadi menteri, sampai sekarang jadi menteri. Mudah-mudahan ada yang lebih cocok, apakah calon wakil presiden atau calon presiden yang lebih cocok di masa depan, insya Allah. ,” katanya seperti dikutip dalam siaran persnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan itu mengaku sangat mengenal Mahfud sejak bersama-sama membesarkan PKB di era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
“Dulu saya Ketua Dewan Syuro PKB, dia juga. Sekarang saya di Dewan Syariah DPP PPP. Jadi, Pak Mahfud itu ahli segala bidang waktu masih muda, tapi sudah bosan dengan menjadi menteri seperti itu. Dia sudah menjadi menteri sepanjang waktu. Jadi ke depan, saya rasa saya tidak akan menjadi menteri lagi,” kata alumnus Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, di depan Jawa Tengah itu. Tokoh NU, khususnya dari Partai Persatuan Pembangunan.
Dalam kesempatan yang sama, Rois Syuriah PWNU Jateng Kiai Haji Ubaidullah Shodaqoh mengatakan Mahfud MD merupakan sosok yang memiliki pendirian teguh.
Oleh karena itu, ia berharap Mahfud sebagai kader NU terus melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, melanjutkan pembangunan dan visi misi negara.
“Pak Mahfud MA, orang Madura, orang Madura tidak bisa ditawar. Memiliki pendirian yang tegas, kuat. Jadi, dia sudah menunjukkan bahwa sampai sekarang dia menjadi Menko. Insya Allah kita berharap perubahan di negeri ini terjadi lebih baik lagi kedepannya. Kita bisa terus membangun dan meneruskan visi dan misi negara yang kita cintai ini menjadi lebih baik lagi Baldatun Toyyibatun Wa Robbun Ghofur,” ujarnya.
Ubaidullah mengaku bangga memiliki kader NU seperti Mahfud MD yang menduduki jabatan strategis dan mampu memberikan kontribusi penting bagi negara.
“Pak Mahfud adalah kader NU dari janin insya Allah ada yang matang dari janin. Bahkan janin sudah NU apalagi setelah itu. Yang menjadi kebanggaan kita sebagai kader NU, yang menjabat sebagai menteri, tapi menteri yang paling utama. Kalau tidak ada Menko Polhukam, Indonesia sudah kacau balau. Insyaallah sebagai kader Nahdliyin beliau mendapat restu dari para ulama, sehingga Indonesia tetap aman,” ujarnya.
Menko Polhukam Mahfud MD hadir di Pesantren Fadhlul Fadhlan Semarang memenuhi undangan para kyai untuk memberikan materi pada Halaqah Ulama yang dihadiri oleh kyai sepuh asal Jawa Tengah.
Mahfud memaparkan persoalan hukum di negeri ini dan peran penting yang diharapkan dari ulama. Tak ketinggalan, Menko Polhukam menjelaskan alasan utama pemerintah kini membuat KUHP baru.
Reporter: Syaiful Hakim
Editor: Didik Kusbiantoro
Redaksi Pandai 2022

