
Jakarta (Partaipandai.id) – Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengingatkan Indonesia berpotensi bangkit menjadi kekuatan ekonomi dunia.
Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan dalam rangkaian peringatan wafatnya atau peringatan 10 tahun pendiri Majelis Rasulullah Habib Munzir Al Musawa, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu.
“Beberapa tahun belakangan ini saya banyak belajar dan membaca kajian dari negara-negara besar tentang Indonesia, semua negara, semua lembaga dunia memprediksi Indonesia akan bangkit menjadi negara dengan ekonomi terkuat di dunia,” kata Prabowo.
Sebab, kata dia, saat ini Indonesia sudah menjadi bagian dari G20, di mana Indonesia menempati posisi ke-16 di antara negara-negara G20.
“Kita adalah yang terbesar ke-16 di dunia dan ke-16 terkuat dan terkaya di dunia, dan sebentar lagi kita akan menjadi yang ke-12, ke-10. Mungkin bukan lagi G20, nanti kita mungkin menjadi bagian dari G8 atau G7,” ujarnya. dikatakan.
Ia pun optimistis ke depan Indonesia mampu menempati posisi keempat atau kelima sebagai negara dengan perekonomian terbesar di dunia karena seluruh komoditas untuk menjadi negara kaya ada di Indonesia.
Namun, Prabowo mengingatkan, pencapaian ini akan bergantung pada kerukunan dan kerja sama para pemimpinnya.
“Masalahnya adalah apakah para pemimpin Indonesia bisa akur atau tidak, apakah para pemimpin Indonesia bisa bekerja sama atau tidak,” ujarnya.
Terkait hal tersebut, Prabowo menyampaikan rasa syukurnya karena Indonesia mampu mengatasi pandemi COVID-19 dan dampak ekonominya karena pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo mampu bersinergi dengan rakyatnya.
Pasalnya, kata dia, banyak negara di dunia yang kehidupan ekonominya belum bisa pulih dan pulih dari pandemi COVID-19, sedangkan pertumbuhan ekonomi Indonesia kini sudah mencapai 5,4 persen.
“Dan untuk itu kita bersyukur karena bangsa kita bisa rukun, bangsa kita bisa kompak, pemimpin kita bisa kompak, bisa rukun,” ujarnya.
Prabowo juga mengingatkan agar mewaspadai ketegangan global akibat perang Rusia-Ukraina yang juga dapat berdampak pada kenaikan harga komoditas dan pangan.
“Kita bisa bayangkan perang di sana, misalkan tentara Indonesia sekarang semua 400 ribu, kalau 100 ribu mati (dalam setahun), dalam empat tahun tentara kita habis,” ujarnya.
Baca juga: Prabowo: Insya-Allah, saya akan mencalonkan diri sebagai calon presiden
Baca juga: Akademisi: Prabowo-Erick akan saling melengkapi di Pilpres 2024
Reporter: Melalusa Susthira Khalida
Editor: Budi Suyanto
HAK CIPTA © Partaipandai.id 2023

