
Jakarta (Partaipandai.id) – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyatakan telah berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Direktorat Jenderal Imigrasi terkait dugaan pembocoran data paspor milik 34 juta warga negara Indonesia.
Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika Usman Kansong mengatakan, ketiga pihak masih menyelidiki dan meneliti dugaan kebocoran data tersebut.
“Hasil sementara menunjukkan adanya perbedaan struktur data antara yang ada di Pusat Data Nasional dengan yang beredar. Tim masih melakukan penyelidikan,” kata Usman melalui pesan singkat kepada Partaipandai.id, Rabu.
Baca juga: Sebanyak 34 juta data paspor Indonesia diduga bocor
Sebelumnya diberitakan sebanyak 34 juta data paspor Indonesia diduga bocor dan diperjualbelikan, informasi ini diungkap praktisi keamanan siber Teguh Aprianto lewat cuitan di akun Twitternya.
“Bagi yang sudah punya paspor, selamat karena 34 juta data paspor baru saja bocor dan diperjualbelikan,” tulis Teguh dalam cuitannya di akun @secgron.
Teguh menjelaskan, informasi yang bocor meliputi nomor paspor, tanggal kadaluarsa paspor, nama lengkap, tanggal lahir, dan jenis kelamin.
Dalam portal tersebut, kata Teguh, pelaku memberikan sampel sebanyak 1 juta data. “Kalau melihat data sampel yang diberikan, datanya terlihat valid. Timestamp-nya dari tahun 2009-2020,” tulisnya.
Mengutip screenshot yang dibagikan Teguh di akun Twitternya, diketahui data tersebut dijual seharga US$10.000 atau sekitar Rp150 juta. Ada juga informasi tentang kapasitas data terkompresi Dan tidak terkompresi 4GB, jumlah data 34.900.867, dilanggar pada Juli 2023, format CSV, dan negara Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, Direktorat Jenderal Imigrasi yang pertama menanggapi temuan tersebut dan mengatakan, penggeledahan dilakukan setelah mendapat kabar adanya kebocoran data.
Sejauh ini Ditjen Imigrasi mengatakan data paspor saat ini ada di Pusat Data Nasional yang dikelola Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Baca juga: Untuk mencegah kebocoran data, Kominfo mensosialisasikan jaringan komunikasi cipher
Baca juga: BSI telah mengoordinasikan serangan siber ke OJK, BI dan BSSN
Baca juga: Pakar IT Sebut Ubah Kredensial Mitigasi Dari Kasus Serangan Cyber BSI
Reporter: Livia Kristianti
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
HAK CIPTA © Partaipandai.id 2023

