
Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat, Prabowo mengatakan program latihan itu penting untuk memperkuat daya tempur TNI AU dengan hadirnya pesawat tempur Dassault Rafale buatan Prancis.
“Jadi pilot TNI AU harus dibekali ilmu dan keterampilan untuk menerbangkan jet tempur generasi 4,5 dari Prancis,” kata Prabowo di Hotel de Brienne, Prancis, Kamis (15/12).
Selain kerja sama di bidang alat utama sistem persenjataan (alutsista), Indonesia dan Prancis juga berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama pertahanan di bidang pelatihan dan pendidikan.
Baca juga: Menhan Prabowo-Prancis membahas penguatan hubungan strategis pertahanan
Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengatakan, pihaknya mengirimkan enam pilot untuk menjalani pelatihan mengawaki jet tempur Rafale generasi 4,5 yang dibeli Indonesia dari Prancis.
“Enam pilot dan delapan teknisi telah kami kirim ke Prancis untuk menjalani pelatihan,” kata Fadjar di sela-sela Seminar Nasional “Tantangan TNI Angkatan Udara dalam Pengembangan Teknologi Elektronik Penerbangan” di Gedung Puri Ardhya Garini, Halim Perdanakusuma , Jakarta, Selasa (8/11).
Menurut Fadjar, para pilot dan teknisi akan menjalani pendidikan dan pelatihan di Prancis selama tiga bulan.
“Ini tidak lama, hanya tiga bulan,” tambah Fadjar.
Baca juga: Kasau: Enam pilot Angkatan Udara Indonesia dikirim ke Prancis untuk melatih awak Rafale
Kementerian Pertahanan juga telah menandatangani kontrak kerja sama pembelian enam pesawat tempur Rafale pada Februari 2022.
Prabowo mengatakan Indonesia akan membeli alutsista untuk TNI secara signifikan pesawat tempur multirole dengan mengakuisisi 42 unit Rafale.
“Kami mulai dengan menandatangani kontrak pertama untuk enam pesawat,” kata Prabowo.
Selanjutnya kerjasama ini akan diikuti dengan penandatanganan kontrak untuk 36 pesawat lagi, dengan dukungan pelatihan senjata dan simulator yang dibutuhkan.
Baca juga: Dukung Prancis di ADMM, Sbastien berterima kasih kepada Prabowo

