Memuat…
Berikut ini adalah tampilan perumahan ribuan pekerja konstruksi di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang menggunakan teknologi modular sehingga dapat dengan cepat dipasang, dibongkar dan dipindahkan. Foto/Dokumen
Tempat tinggal pekerja konstruksi ini menggunakan teknologi modular. Bangunan dapat dengan cepat dipasang, dibongkar, dan dipindahkan. Sekat terbuat dari bahan ringan yang dipasang dengan sistem panel sandwich yang ditopang oleh rangka dan pilar baja yang kokoh.
Baca juga: Wah bakal ada wisata kebun durian di ibu kota baru Indonesia
Setiap menara terdiri dari empat lantai dan menampung sekitar 700 pekerja. Sebanyak 21 tower akan dihuni oleh tenaga terampil dengan ukuran ruangan 6×6 meter sedangkan 1 tower untuk tenaga ahli seperti supervisor, konsultan hingga pengelola dengan ukuran ruangan masing-masing 6×3 meter.

Ruangan untuk tenaga ahli berkapasitas 3 orang, sedangkan ruangan untuk tenaga terampil akan diisi oleh 8 orang namun dapat dimaksimalkan hingga 14 orang. Total kapasitas seluruh tower mencapai 16.608 orang.
Apakah setiap kamar ada AC? “Tidak. Kami menyediakan kipas angin dan ventilasi yang baik,” kata Kepala Bidang Teknis Rumah Susun PPK dan Rumah Khusus Badan Penyediaan Perumahan (BP2P) Kalimantan II Ari Setyarso Nugroho di proyek perumahan pekerja IKN, Minggu (6/11).
Ia mengungkapkan, fasilitas kamar mandi, cuci dan toilet terpisah dari kamar. Kompleks perumahan ini memiliki aula yang dapat digunakan sebagai ruang pertemuan atau tempat makan bersama, terdapat juga klinik, tempat ibadah dan toko.
“Konsepnya one stop living agar pekerja bisa mendapatkan tempat tinggal yang layak dan manusiawi dengan fasilitas yang memadai sehingga bisa fokus bekerja,” kata Ari.
Baca juga: Kejar Target Ketenagakerjaan di IKN 2024, Kementerian Digabung dalam Satu Gedung

