
Jakarta (Partaipandai.id) – Gubernur Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas) Andi Widjajanto memaparkan sejumlah tantangan terbesar Indonesia selama periode 2022 hingga 2024 berdasarkan hasil kajian yang dilakukan lembaga ini terhadap dinamika geopolitik global yang terjadi.
“Ada beberapa tekanan global, ada fiksi hegemonik terkait pertarungan antara Amerika Serikat-Tiongkok, Amerika Serikat dan Rusia, kemudian kita masih dalam sisa perang dagang, perang teknologi antara Amerika Serikat dan Tiongkok, kata Andi saat jumpa pers. Akhir Tahun 2022 Gubernur Lemhannas RI di Gedung Lemhannas, Jakarta, Rabu.
Andi mengatakan, dampak pandemi COVID-19 sangat mengganggu rantai pasok global, terutama terkait komoditas energi dan pangan yang diperparah dengan perang antara Rusia dan Ukraina.
“Sampai hari ini belum selesai. Beberapa perkiraan menunjukkan normalisasi rantai pasok global baru bisa selesai pada 2026 atau bahkan 2027,” katanya.
Dikatakannya, gangguan rantai pasok global diperparah dengan strategi negara-negara dunia yang menunjukkan otonomi strategis dengan berusaha keluar dari interdependensi antar negara.
Baca juga: Lemhannas: Pandemi dan disrupsi mendorong transisi energi hijau
Baca juga: Lemhannas: Pembangunan IKN merupakan simbol pergeseran paradigma pembangunan
“Amerika Serikat tidak lagi ingin saling ketergantungan semi-konduktor berasal dari China, Eropa tidak ingin lagi bergantung pada pasokan gas dari Rusia karena interdependensi yang rusak telah digantikan oleh otonomi strategis dan ini memperburuk keadaan,” katanya.
Untuk itu, ia menyebut tekanan global yang signifikan tersebut sebagai tantangan bagi Indonesia dalam upaya pemulihan pascapandemi COVID-19, transformasi ekonomi biru, ekonomi hijau, dan peningkatan konsolidasi demokrasi.
Secara keseluruhan, Andi menyebut Lemhannas telah berhasil menghasilkan 42 kajian atau rekomendasi kebijakan pada periode 2022 dari lima topik yang diinstruksikan Presiden, yakni konsolidasi demokrasi, transformasi digital, green economy, blue economy, dan pembangunan Ibukota Nusantara (IKN). .
“Dari Februari 2022 hingga pertengahan Desember, kami telah memberikan kajian berupa rekomendasi kebijakan. Saat ini sudah ada 42 kajian atau rekomendasi kebijakan dari lima topik yang diminta Presiden,” ujarnya.
Reporter: Melalusa Susthira Khalida
Editor: Herry Soebanto
Redaksi Pandai 2022

