
Banda Aceh (Partaipandai.id) – Sejumlah pemangku kepentingan di Aceh sepakat membentuk satuan tugas (satgas) penanganan pengungsi asing karena pengungsi yang salah satunya etnis Rohingya kerap berkunjung ke provinsi paling barat Indonesia itu.
“Kita harus membentuk satgas yang nantinya berkolaborasi dalam satu payung, tentunya akan ada interaksi dengan satgas pusat,” kata Ketua Komisi I DPR Aceh Iskandar Usman Al Farlaky di Banda Aceh, Rabu.
Hal itu disampaikan Iskandar Usman Al Farlaky dalam rapat kerja Komisi I DPRA terkait penyelidikan kedatangan pengungsi Rohingya ke Aceh, di Banda Aceh.
Rapat di gedung DPRA tersebut dihadiri oleh berbagai elemen mulai dari perwakilan Pemerintah Aceh, Kemlu, Kemenko Polhukam, Kemendagri, IOM, UNHCR, Polda Aceh , Bakamla, Imigrasi, Kementerian Hukum dan HAM Aceh serta pemerintah kabupaten/kota yang menampung pengungsi Rohingya.
Baca juga: Kementerian Luar Negeri: Aceh dikunjungi 1.155 pengungsi Rohingya dalam tiga tahun
Baca juga: UNHCR belum bisa memastikan tujuan akhir pengungsi Rohingya di Aceh
Iskandar menyampaikan Satgas diperlukan agar penanganan pengungsi Rohingya di Aceh lebih fokus dan berjalan dengan baik.
“Makanya kami minta pemerintah Aceh segera mempercepat pembentukan Satgas ini, dan berkoordinasi dengan Satgas pusat,” ujarnya.
Iskandar mengatakan, secara kemanusiaan, semua lintas sektor di Aceh selama ini terus memfasilitasi keberadaan etnis Rohingya dalam batas waktu tertentu, untuk selanjutnya akan ditangani oleh UNHCR dan IOM.
“UNHCR juga harus mengklarifikasi status pengungsi Rohingya di Aceh dengan terus berkoordinasi dengan lintas sektor di Aceh dan Pemerintah Pusat,” kata Iskandar.
Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Sekretariat Daerah Aceh Afifuddin yang mewakili Pemerintah Aceh dalam rapat tersebut mengatakan, sejauh ini gugus tugas masih dalam proses penyusunan melalui Kesbangpol Aceh.
“Pemerintah Aceh sangat mendukung, kami sedang menyiapkan drafnya dan sudah ada di Kesbangpol, ada perbaikan dan akan segera kami koordinasikan,” ujar Afifuddin.
Untuk diketahui, sepanjang tahun 2022 pengungsi Rohingya sudah lima kali masuk ke wilayah Aceh, yakni satu kali di Kabupaten Bireuen pada bulan Maret sebanyak 114 orang.
Kemudian dua kali di Kabupaten Aceh Utara pada November sebanyak 229 orang, dan masing-masing satu kali di Kabupaten Aceh Besar 57 orang dan Pidie 185 orang pada akhir Desember lalu.*
Baca juga: Komnas HAM memberikan perhatian khusus kepada pengungsi Rohingya di Aceh
Baca juga: Terkait relokasi warga Rohingya, pemerintah Aceh menunggu keputusan pusat
Reporter : Rahmat Fajri
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
HAK CIPTA © Partaipandai.id 2023

