Kapolrestabes Makassar: Pelaku penculikan anak tergiur iklan internet

Makassar (Partaipandai.id) – Kapolres Makassar Kombes Pol Budhi Haryanto mengatakan dua penculik anak tergiur iklan di internet soal penjualan organ tubuh manusia.

“Tidak ada sindikat penjualan organ, dua pelaku masih pelajar dan tergiur iklan di internet,” ujarnya saat merilis kasus penculikan dan pembunuhan anak di Makassar, Selasa.

Kombes Pol Budhi Haryanto menyebut kedua pelaku masih di bawah umur berinisial A (17) dan MF (14). Keduanya ditangkap setelah menerima laporan kehilangan dari orang tua korban dan rekaman kamera pengawas (CCTV).

Korban sendiri, Muh Fadli Sadewa, masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dan berusia 10 tahun. Pelaku sendiri mengenal korban dan sebelum melakukan penculikan, kedua pelaku mendambakan korban Rp 50.000.

Korban Muh Fadli Sadewa dinyatakan hilang oleh keluarganya sejak Minggu (8/1) siang, dan baru dilaporkan lusa pada Senin (9/1).

Pelaku sendiri ditangkap anggota Polsek Panakkukang dalam waktu kurang dari 24 jam atau pada Selasa (10/1) dinihari di rumahnya masing-masing saat beristirahat.

“Jadi ini bukan sindikat penjualan organ dan murni kasus kriminal, pembunuhan berencana. Kedua pelaku akan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya,” ujarnya.

Ia mengatakan, kedua pelaku akan dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan UU Perlindungan Anak.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan kasus penculikan dan pembunuhan anak yang diungkap polisi harus menjadi perhatian dan meminta seluruh orang tua untuk memaksimalkan program Jaga Anak.

“Saya sendiri kaget mendengar ada kasus penculikan anak di Makassar dan untungnya polisi sudah mengungkap kasus tersebut,” ujarnya di Makassar, Selasa.

Danny – sapaan akrab Ramdhan Pomanto mengatakan, program “Take Care of Children” sudah lama dikampanyekan agar orang tua dan lingkungan bisa saling menjaga.

Ia mengatakan, program Jagai Anakta yang dikampanyekan sejak pertama kali menjabat, berawal dari banyaknya fenomena yang menggerogoti moral anak-anak.

“Ini merupakan program yang terus kami dorong kepada para orang tua untuk memperhatikan anaknya, tidak hanya dalam interaksinya tetapi juga kebiasaan atau tayangan yang dapat menggerus moral anak. Belum lagi bahaya seperti penculikan,” ujarnya.

Danny pun meminta aparat penegak hukum memberikan hukuman yang setimpal kepada pelaku penculikan dan pembunuhan anak-anak tersebut.

Wartawan : Muh. Hasanuddin
Editor: Agus Setiawan
HAK CIPTA © Partaipandai.id 2023

Sumber

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *