
Dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, menurut Yusharto, lulusan IPDN dapat menjadi bagian dari Pemerintah yang berupaya mempercepat pelayanan publik dan berdaya saing.
“Begitu adik-adik keluar (lulusan IPDN), mereka tidak lagi belajar (menggunakan aplikasi hasil pengembangan teknologi), tapi sudah menjadi bagian dari proses percepatan pelayanan publik karena sudah menguasai teknologi,” ujarnya dalam keterangan tertulis. diterima di Jakarta, Rabu.
Hal itu disampaikan Yusharto saat menjadi narasumber dalam kuliah umum “Tugas dan Fungsi BSKDN” yang digelar IPDN Sulut di Sulut, Selasa (28/3).
Baca juga: Kepala BNPB mengimbau agar praja IPDN tidak hanya reaktif saat terjadi bencana
Selain itu, ia juga berharap berbagai aplikasi indeks yang dimiliki BSKDN Kemendagri dapat dimanfaatkan oleh lulusan IPDN serta seluruh komponen Kemendagri.
Aplikasi indeks yang dimiliki BSKDN, lanjutnya, meliputi Indeks Inovasi Daerah (IID), Indeks Kepemimpinan Kepala Daerah (IKKD), Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD), dan Indeks Tata Kelola Daerah (ITKPD).
Ia menambahkan, sejumlah aplikasi tersebut dapat membantu berbagai unit di Kementerian Dalam Negeri dalam memperoleh hasil penelitian dan data untuk meningkatkan kinerja pegawai.
“Ini (aplikasi indeks BSKDN Kemendagri) akan membantu unit-unit di Kemendagri untuk dapat menggunakan hasil penelitian, data dan bukti untuk meningkatkan kinerja pegawainya,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan IPDN agar tidak ragu dalam berinovasi, terutama untuk memperkuat peran lulusan IPDN sebagai abdi negara yang berkompeten dan berwawasan luas.
“Mari bersinergi untuk meningkatkan (kualitas) lulusan IPDN menjadi lebih baik dan berperan penting dalam penyelenggaraan pemerintahan nanti,” kata Yusharto.

