Ketua MPR rayakan malam takbiran bersama tokoh lintas agama di Bali

Mewujudkan cita-cita yang ingin kita raih bersama yaitu baldatun, thoyyibatun, wa robbun ghoffur

Jakarta (Partaipandai.id) – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo merayakan malam takbiran sekaligus buka puasa bersama di akhir Ramadan bersama tokoh lintas agama di Bali, Jumat.

“Tahun ini umat Islam bisa merayakan malam takbiran dan Idul Fitri dengan penuh suka cita. Mereka bisa mudik dan bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat di kampung halamannya,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Merayakan hari kemenangan, tidak hanya bagi umat Islam, tetapi bersama saudara sebangsa dari berbagai agama lain, untuk merajut persaudaraan dalam bingkai kemanusiaan dan kebangsaan.

Acara tersebut dihadiri oleh Pendeta Gilbert Lumoindong dan Panglingsir Puri Ageng Blahbatuh Anak Agung Ngurah Alit Kakarsana.

Bahkan para pemuka agama Hindu dari Puri Ageng Blahbatuh, Gianyar membawa meriam dan gendang bambu untuk mengiringi gema takbir yang dikumandangkan mahasiswa Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bali.

Baca juga: Bamsoet mengatakan desa tidak makmur, masyarakat akan mengungsi ke kota

Bamsoet menjelaskan bahwa di kalangan umat Islam Indonesia dikenal ungkapan hubul wathon minal iman, mencintai Tanah Air adalah sebagian dari iman. Al-wathon dapat diartikan sebagai tanah air tempat tinggal seseorang, tetapi juga dapat diartikan sebagai sekelompok orang yang memiliki tujuan bersama, memiliki komitmen dan konsensus untuk hidup bersama sebagai satu kesatuan bangsa.

“Cinta al-wathon atau cinta tanah air memiliki konsekwensi kewajiban menjaga, merawat dan mensejahterakan. Oleh karena itu, kalimat hubul wathon minal iman adalah penyemangat dan menjadi pengikat, pesan agama yang sangat mendalam bagi umat Islam untuk berkontribusi bagi bangsa . Mewujudkan cita-cita yang ingin kita capai bersama yaitu baldatun, thoyyibatun, wa robbun ghoffur,” jelas Bamsoet.

Selain itu, kata dia, baldatun, thoyyibatun, wa robbun ghoffur memiliki makna, mereka harus menjadi bangsa yang baik, bangsa yang berakhlak mulia, bangsa yang beradab, bangsa yang unggul namun tetap rendah hati.

“Bangsa yang rendah hati adalah bangsa yang selalu menjaga silaturahmi. Memelihara persatuan bangsa dengan menjaga kerukunan antar warga,” tegasnya.

Baca juga: Bamsoet dan Gerak BS Bali membagikan paket sembako di Denpasar Selatan
Baca juga: Bamsoet mengingatkan bahwa adat harus tetap dipertahankan di tengah pembangunan daerah

Wartawan: Fauzi
Editor: Indra Gutom
HAK CIPTA © Partaipandai.id 2023

Sumber

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *