
memuat…
1.000 warga sipil tewas sejak Taliban mengambil alih. Foto/Ilustrasi
Dalam laporan yang dirilis pada Selasa, Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA) menyebutkan ada 3.774 korban sipil, termasuk jumlah korban tewas dan luka-luka.
Menurut PBB, ada 1.095 kematian warga sipil di negara itu, antara pertengahan Agustus 2021 hingga Mei 2023.
Di antara yang tewas adalah 92 wanita dan 287 anak-anak.
“Korban tewas turun tajam dibandingkan periode sebelum Taliban merebut kekuasaan—lebih dari 3.035 warga sipil tewas pada tahun 2020 saja,” demikian perkiraan PBB seperti dikutip DW, Rabu (28/6/2023).
Laporan PBB yang baru mencatat bahwa mayoritas kematian disebabkan oleh alat peledak rakitan di daerah berpenduduk, termasuk tempat ibadah, sekolah dan pasar.
Meskipun jumlah serangan bunuh diri menurun sejak Taliban berkuasa, laporan PBB mengungkapkan keprihatinan atas serangan mematikan tersebut.
Tantangan keamanan juga tetap tinggi karena ancaman yang konsisten dari apa yang disebut kelompok militan “Negara Islam”. UNAMA mengatakan kelompok itu bertanggung jawab atas sebagian besar serangan di Afghanistan.
Laporan itu menambahkan bahwa kekerasan itu terjadi ketika Afghanistan dicengkeram oleh krisis ekonomi dan keuangan nasional.

