
“Saat ini Kejaksaan Sulut telah menerima tiga pengaduan mafia tanah,”
Manado (Partaipandai.id) – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut sejak Januari hingga Juli 2023 menerima tiga pengaduan terkait mafia tanah.
Wakil Kepala Kejaksaan Negeri Sila Pulungan di Manado, Sabtu mengatakan, dalam pemberantasan mafia tanah, pihaknya telah menerima dan membuka layanan pengaduan terkait mafia tanah melalui hotline pengaduan.
“Saat ini Kejaksaan Sulut telah menerima tiga pengaduan mafia tanah,” kata Sila Pulungan dalam jumpa pers terkait penyampaian kinerja Kejaksaan Sulut periode Januari-Juli 2023.
Ia menambahkan dan saat ini sedang dalam proses.
Dalam penyerahan pagelaran bertepatan dengan Hari Raya Adhiyaksa Bhakti ke-63 itu, Sila Pulungan didampingi oleh Asbes Hartono, Asbes Intel Marthen Tandi, Assop Pembinaan Dasplin, Assam Pidana Umum Jeffry Paultje Maukar, Assop Fatkhuri, Assos dan TUN Rivo Medellu, Asskriminal Kolonel Elly Sumampouw dan Kasi Penkum Theodorus Rumampuk.
Sila Pulungan menyebut di bidang intelijen, selain terkait dengan mafia tanah, sejak Januari hingga Juli 2023 telah dilakukan
Strategi Pengembangan Pengamanan (PPS) dengan total anggaran Rp. 1.161.808.937.237,- (satu triliun seratus enam puluh satu miliar delapan ratus delapan juta sembilan ratus tiga puluh tujuh ribu dua ratus tiga puluh tujuh rupiah).
Seperti halnya dalam pelacakan aset, telah dilakukan koordinasi dan pemetaan aset dengan kementerian/lembaga/lembaga/pemda untuk mendapatkan data dan informasi terkait kepemilikan aset kedua tersangka kasus dugaan korupsi.
Kejaksaan Sulut juga telah membentuk Tim Pos Perwakilan Kejaksaan Sulut di Bandara Sam Ratulangi Manado, Pelabuhan Bitung dan Kantor Pos Besar Manado.
Reporter: Jorie MR Darondo
Editor: Agus Setiawan
HAK CIPTA © Partaipandai.id 2023

