Akademisi mengingatkan batas berekspresi di ruang digital

Jakarta (Partaipandai.id) – Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar Andi Fauziah Astrid mengingatkan ada batasan berekspresi di ruang digital, termasuk tidak melanggar hak orang lain.

“Pembatasannya tidak boleh melanggar hak dan merugikan orang lain, juga tidak boleh membahayakan kepentingan umum, negara dan masyarakat,” kata Fauziah dalam siaran pers yang diterima, Selasa.

Hal tersebut disampaikan dalam webinar bertema “Mendidik Anak Menjadi Generasi yang Sopan dan Beradab di Ruang Digital”, di Pontianak, Kalimantan Barat. Webinar tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi.

Fauziah menilai negara memang telah melindungi prinsip kebebasan berekspresi. Namun, gratis bukan berarti tidak terbatas. Kebebasan berekspresi di ruang digital memiliki batasan yang sama mengenai hak digital.

Untuk itu, kata perempuan yang juga merupakan bagian dari Jaringan Penggiat Literasi Digital (Japelidi) tersebut, diperlukan budaya media digital untuk menghadapi tantangan yang ada di dunia maya.

Tantangan tersebut antara lain pengaburan wawasan kebangsaan, penipisan budi pekerti, hilangnya budaya Indonesia dan masuknya budaya asing, serta kebebasan berekspresi yang berlebihan.

“Di era sekarang ini dibutuhkan budaya media digital, yaitu kemampuan individu untuk membaca, mendeskripsikan, membiasakan, menelaah, dan membangun wawasan kebangsaan, nilai-nilai Pancasila, dan Bhineka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Sementara itu, Founder dan COO Talk Project Joddy Caprinata mengingatkan pentingnya mendampingi orang tua saat anaknya berselancar di dunia maya. Ia juga berbagi tips bermain internet antara orang tua dan anak yang menyenangkan sekaligus aman.

“Pertama-tama, anak-anak perlu dibimbing oleh orang tuanya dan membagi waktu secara disiplin antara aktivitas internet dan interaksi di dunia nyata,” kata Joddy.

Selain itu, kata dia, orang tua juga harus memahami perkembangan dunia digital. Tidak ada salahnya juga memberikan anak perangkat sesuai dengan kebutuhannya, dan yang terpenting selalu pantau penggunaan internet anak.

“Anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik melalui pola dan lingkungan yang baik,” ujarnya.

Dengan hadirnya program Gerakan Nasional Literasi Digital oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif.

Kegiatan ini khusus ditujukan kepada masyarakat di wilayah Kalimantan dan sekitarnya, yang tidak hanya bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang cerdas, tetapi juga membantu mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul dalam menggunakan internet secara positif, kritis, dan kreatif di era industri. 4.0.

Baca juga: Kementerian Komunikasi dan Informatika mencegah orang berpartisipasi dalam perjudian online dengan literasi digital

Baca juga: BAKTI membekali siswa SMK di Langgur dengan literasi digital dan bahasa Inggris

Baca juga: Pentingnya menerapkan etika internet untuk mencegah konflik di media sosial

Reporter: Fathur Rochman
Redaktur: Alviansyah Pasaribu
Redaksi Pandai 2022

Sumber

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *