
Memuat…
Kampung Keputren di Majalengka punya cerita unik. Mantan TKI yang pernah bekerja di luar negeri kini fasih berbahasa asing. Foto/MPI/Inin Nastain
Mereka dapat mengenakan biaya cis cus untuk mengobrol dalam bahasa Arab, Taiwan hingga Inggris. Kampung Kaputren merupakan salah satu kawasan di Majalengka yang banyak penduduknya mencari nafkah di negara lain.
Baca juga: Tertipu, Calon TKI Asal Majalengka Jebloskan 3 Agen Ilegal ke Penahanan
Dari fenomena TKI tersebut, muncul fakta-fakta unik yang sekaligus membuat kita bangga. Meski tak sedikit yang akhirnya sengsara dan sedih hingga menghadapi hukuman mati, seperti yang dialami Tuti, warga Sukahaji yang menjadi TKI di Arab.
Namun kini yang membanggakan, berbekal pengalamannya sebagai buruh migran, banyak warga Kantor Wanita Putri yang fasih berbahasa asing. Salah satunya, Yayah, fasih berbahasa Arab dan Inggris.
Kemampuannya berbahasa Arab dan Inggris semakin terasah setelah Yayah menjadi buruh migran di Arab dan Qatar. Selama bekerja di dua negara tersebut, Yayah dituntut untuk bisa menggunakan bahasa dunia tersebut.
Kini Yayah telah kembali ke kampung halamannya. Tak jarang Yayah menggunakan bahasa Arab saat mengobrol santai dengan sesama eks TKI.
Baca juga: TKI asal Paningkiran Majalengka Dikabarkan Meninggal Dunia di Arab Saudi
“Saya lebih suka menggunakan bahasa Arab. Bahkan sekarang saya masih suka menonton film berbahasa Arab. Saya juga bisa berbahasa Qatar atau Inggris. Jadi selain untuk meningkatkan ekonomi keluarga, saya sudah bekerja di Arab selama 10 tahun, jadi saya juga bisa berbicara berbagai bahasa, kata Yayah, Sabtu (14/1/2023).
Sementara itu, tokoh pemuda Kampung Kaputren Majalengka, Amin Halimi menuturkan, fenomena bekerja di luar negeri terjadi sekitar tahun 1990. Motif ekonomi menjadi alasan mereka meninggalkan desa dan keluarganya untuk bekerja di luar negeri.

