Kemenko Perekonomian: Badai PHK tidak akan menghambat perkembangan startup

Jika ingin bertahan, biaya yang paling mudah dikurangi adalah upah pekerja

Jakarta (Partaipandai.id) – Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan dan UMKM Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Mohammad Rudy Salahuddin menilai pemutusan hubungan kerja (PHK) tidak akan menghambat perkembangan perusahaan start-up atau startup pada tahun 2023.

Menurut Rudy saat dihubungi Partaipandai.id di Jakarta, Rabu, tahun 2023 startup diperkirakan akan terus tumbuh. “Perkembangan startup diperkirakan akan terus tumbuh di tahun 2023 meskipun akan sedikit sulit, terutama terkait pendanaan akibat pelemahan ekonomi.”

Rudy mengatakan, fenomena badai PHK terjadi secara alami karena berbagai faktor. Di antaranya, faktor terkejut faktor eksternal seperti inflasi dan konflik geopolitik yang memicu lonjakan suku bunga acuan bank sentral berbagai negara, sehingga membuat startup harus melakukan efisiensi melalui pengurangan jumlah karyawan dan pengurangan kegiatan pemasaran.

Baca juga: Kreativitas dan inovasi adalah kunci bagi startup tangguh menghadapi potensi resesi

Faktor lainnya, lanjut dia, ekspektasi yang tinggi dari investor setelah melihat siklus bisnis, khususnya di sektor teknologi di masa pandemi COVID-19.

Ia menjelaskan kapan startup masih didukung oleh investor malaikat, Fenomena yang sering terjadi adalah merekrut talenta digital sebanyak-banyaknya. Tujuannya, agar bisa bersaing dengan startup orang lain untuk mendapatkan talenta berkualitas di tengah jumlah talenta yang sangat terbatas.

Selain itu, faktor lain menurut Rudy adalah startup sering melakukan “membakar uang” untuk kampanye pemasaran dengan ukuran gaji karyawan, terutama yang punya keterampilan digital, meski upah sebenarnya bukan pemicu utama maraknya PHK.

Senada dengan Rudy, Pengamat Ketenagakerjaan Universitas Gadjah Mada (UGM) Tadjudin Nur Effendi mengatakan, PHK merupakan salah satu cara untuk startup menekan pembiayaan guna mempertahankan eksistensinya,

“Kalau mau bertahan, biaya yang paling mudah dikurangi adalah gaji buruh. Kemudian buruh dikurangi, terjadi PHK. Kalau tidak, mereka akan menanggung biaya yang cukup besar,” ujarnya.

Baca juga: Perusahaan teknologi diingatkan untuk serius membangun tata kelola yang baik

Optimisme Rudy itu startup masih akan terus tumbuh di tahun 2023 meski PHK marak, mengingat pada tahun 2022, nilai ekonomi digital Indonesia akan mencapai US$77 miliar (sekitar Rp 1.157 triliun), tumbuh 22 persen dari tahun sebelumnya. Angka ini diperkirakan akan terus meningkat menjadi US$146 miliar (sekitar Rp2.195 triliun) pada tahun 2025.

Kemudian, nilai kesepakatan Investasi Indonesia pada kuartal pertama tahun 2022 sebesar US$3 miliar (sekitar Rp45 triliun), tertinggi kedua setelah Singapura. Selain itu, laporan Startup Ranking juga menunjukkan bahwa tahun ini Indonesia mendapat peringkat 2.446 startupperingkat enam dunia.

“Modal pembangunan lainnya adalah bonus demografi dan tingkat penetrasi internet Indonesia yang sudah mencapai 73,7 persen. Ini merupakan indikator dan peluang yang harus dioptimalkan, terutama untuk mendorong pembangunan. startup di era digital,” ujar Rudy.

Agar terus berkembang, kata Rudy startup harus meminimalkan penerapan strategi mereka makan lebih dari yang mereka butuhkan dengan mempertimbangkan keterbatasan yang dimiliki, salah satunya mengenai keuangan. Lalu, prioritaskan intern mempekerjakan dan meningkatkan kapasitas karyawan yang dimiliki melalui pelatihan dan peningkatan keterampilan.

Lebih lanjut, Rudy mengatakan demikian startup juga perlu untuk mengembangkan sumber-sumber pendapatan yang baru dan terdiversifikasi.

“Kemudian perlu diingat bahwa menerapkan metode ‘bakar uang’ dan memberikan promo adalah hal yang lumrah, namun harus dipastikan berdampak pada peningkatan pangsa pasar. Mengingat Indonesia merupakan negara pasar potensi untuk mengembangkan usaha atau bisnis startup,” pungkas Rudy.

Baca juga: Pengamat percaya bahwa anak muda masih kreatif di tengah badai PHK startup

Baca juga: Kenaikan suku bunga menjadi salah satu faktor awal terjadinya PHK karyawan

Baca juga: Dua tahun program inkubator SSI telah meluluskan 80 startup

Penceramah : Suci Nurhaliza
Editor: Suryanto
HAK CIPTA © Partaipandai.id 2023

Sumber

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *