
dengan DKI Jakarta, Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Jawa Barat
Samarinda (Partaipandai.id) – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Timur mengakui tingkat pemilihan umum (Pemilu) 2024 di provinsi itu tinggi, mencapai skor 74,04.
“Benar, Kaltim masuk kategori daerah yang indeks kerawanannya tinggi untuk Pilkada 2024, bersama DKI Jakarta, Sulut, Maluku Utara, dan Jabar,” kata Ketua Kaltlim Bawaslu Hari Darmanto di Samarinda. , Rabu.
Hari mengatakan beberapa aspek yang mempengaruhi tingkat kerawanan pemilu yakni konteks sosial politik, penyelenggaraan pemilu, tahapan pencalonan hingga partisipasi pemilih.
Namun konteks sosial politik di Kaltim, lanjut Hari, terkait dengan kewenangan penyelenggara pemilu dan penyelenggara negara.
Saat ini, kehidupan sosial politik di Kalimantan Timur masih lebih kondusif dibandingkan daerah lain seperti Jawa Barat, Maluku dan Sulawesi Utara, serta Yogyakarta.
Baca juga: Bawaslu RI menyusun Indeks Kerawanan Pemilu Tematik Media Sosial 2024
Karena itu, lanjutnya, pelaksanaan pemungutan suara harus menjadi perhatian ekstra bagi peserta, penyelenggara, dan pengawas pemilu di Kaltim agar tingkat kerawanannya tetap rendah.
Secara kumulatif jika keempat aspek kerawanan pemilu digabungkan, Kaltim masuk dalam lima besar daerah dengan indeks kerawanan pemilu nasional tertinggi.
“Memang diakui kerawanan ini bisa disebabkan oleh pengalaman penyelenggaraan pemilu di masa lalu. Di mana ada kesulitan pendistribusian surat suara, ada pemungutan suara ulang dan pelanggaran alat peraga kampanye,” ujarnya.
Disampaikannya, indeks kerentanan diambil karena membaca kejadian masa lalu dan memprediksi kejadian di masa depan serta dengan membaca situasi saat ini.
Terkait aspek pelanggaran yang dilakukan penyelenggara pemilu, Bawaslu Kaltim akan terus memantau kerawanan tersebut.
Baca juga: Bawaslu RI mengingatkan untuk memitigasi potensi kerawanan tahapan pemilu
“Kami telah melakukan upaya pengumpulan informasi terkait hal-hal yang dapat mengganggu. Misalnya distribusi logistik. Kami juga telah berdiskusi dengan sejumlah pihak untuk terus mendukung, termasuk Polda Kaltim,” ujarnya.
Bawaslu, lanjut Hari, berupaya meningkatkan kualitas personel, mulai dari tingkat pengawas tempat pemungutan suara (TPS), panitia pengawas kecamatan (Panwascam) hingga pengawas tingkat kecamatan dan desa.
“Yang namanya pelanggaran ini bisa dicegah dari hulu melalui partai politik. Kemudian pencegahan melalui calon yang diajukan partai politik sebagai calon anggota DPR, DPRD kabupaten dan kota, dan DPRD provinsi,” ujar Hari.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menyebut Kaltim merupakan daerah yang rawan melakukan pelanggaran pada Pemilu 2024.
Hal itu disampaikan Mahfud usai menghadiri Forum Koordinasi Sentra Gakkumdu “Penanganan Tindak Pidana Pemilu di Wilayah Kalimantan” di Balikpapan.
Baca juga: Polri memetakan daerah rawan Pemilu 2024
Reporter: Arumanto
Editor: Edy Sujatmiko
HAK CIPTA © Partaipandai.id 2023

