Akademisi mengatakan masalah ketahanan pangan harus menjadi agenda KAHMI

Jakarta (Partaipandai.id) – Guru Besar Ekonomi Politik Universitas Hasanuddin Prof Imam Muhahidin Fahmid mengatakan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) harus mampu mengambil peran strategis dalam mengatasi ancaman krisis pangan.

“Kami ingin KAHMI bisa hadir dengan solusi masalah pangan. Secara internal, kita harus menunjukkan keberpihakan yang jelas dalam mengatasi masalah (pangan) ini,” kata Prof Imam Muhahidin Fahmid dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu.

Pandangan ini disampaikan Prof Imam sebagai salah satu calon Presidium Nasional dalam Munas KAHMI. Munas akan diselenggarakan di Palu, Sulawesi Tengah, pada 24-28 November 2022.

“Jika terpilih sebagai ketua kolektif KAHMI, maka salah satu isu utama yang akan kita angkat adalah isu pangan. Oleh karena itu, menjadi wacana penting yang harus diketahui masyarakat,” kata Prof Imam.

Krisis pangan, menurut dia, telah menjadi isu yang sangat mempengaruhi kehidupan ekonomi dunia. Perubahan iklim dan berbagai konflik geopolitik telah memberikan kontribusi besar terhadap logistik dan distribusi pangan di seluruh dunia.

“Masalah pangan, termasuk energi, akan mengancam kehidupan manusia jika tidak segera diatasi,” ujarnya.

Prof Imam juga berpendapat, bangsa ini tidak boleh bergantung pada negara lain dalam hal pemenuhan kebutuhan pangan.

“Kami masih mengimpor sejumlah komoditas, seperti kedelai, daging, jagung, dan bawang putih. Ke depan, semua itu harus mengikuti jejak beras yang sudah tiga atau empat tahun tidak diimpor alias kita swasembada beras,” ujarnya.

Menurutnya, Kementerian Pertanian saat ini sudah cukup jauh mempersiapkan bangsa ini menghadapi perubahan iklim.

Langkah Kementerian, kata dia, juga dilakukan agar Indonesia tidak terus bergantung pada impor pangan dari negara lain.

“Ketergantungan kita pada pangan impor bisa mempengaruhi keuangan negara. Apalagi kita harus berhadapan dengan komprador pangan dunia yang ingin menjadikan Indonesia pasar perdagangan pangan internasional,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, menurut dia, KAHMI perlu mengkaji lebih jauh agar memiliki pijakan yang kuat untuk memberikan masukan kepada pemerintah.

KAHMI perlu bersinergi dengan pemerintah untuk memikirkan produksi dan ketersediaan pangan.

Baca juga: MN KAHMI membuka pendaftaran calon presidium 2022 – 2027

Baca juga: Jokowi menerima perwakilan KAHMI di Istana Kepresidenan Bogor

Baca juga: KAHMI adalah kubu sisi intelektual bangsa dalam kemajemukan bangsa

Reporter: Putu Indah Savitri
Editor: Nurul Hayat
Redaksi Pandai 2022

Sumber

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *