
Memuat…
Hayam Wuruk berusaha menyatukan tiga sekte agama di Kerajaan Majapahit.
Istilah penyatuan ketiga aliran ini disebut tripaksa atau tiga sayap yaitu Siwa, Buddha dan Brahma. Pupuh juga menyebutkan bahwa pendetanya, yang disebut caturdwija, tunduk pada ajaran.
Buku “Tafsir Sejarah Nagarakertagama” karangan Slamet Muljana menjelaskan istilah dwija dalam agama Hindu berarti dua kelahiran. Kelahiran pertama adalah kelahiran sebagai manusia. Kelahiran kedua berupa upacara gantung benang suci atau disebut upavita, sebagai tanda bahwa seseorang telah diterima sebagai anggota masyarakat Arya.
Baca juga: Kisah Kunjungan Hayam Wuruk, Raja Majapahit yang Pandai Menari Topeng
Upacara inisiasi ini dilakukan untuk golongan Brahmana pada usia 12 tahun. Hanya ketiga ordo ini yang dikatakan lahir dua kali. Sedangkan golongan Sudra hanya lahir satu kali, namun belakangan istilah dwija vitu semata-mata ditujukan untuk golongan pendeta yaitu kaum Brahmana.
Dari berita di Nagarakertagama, dapat disimpulkan bahwa di Majapahit pada abad ke-14 terdapat empat golongan pendeta. Keempatnya adalah Siwa, Brahma, Wisnu, dan Buddha. Jadi ada empat sekte agama, yaitu Siwa, Brahma, Wisnu, dan Buddha.
Karena jumlahnya terlalu sedikit, silsilah Brahma tidak dimasukkan dalam tripaksa. Jadi tripaksa mencakup tiga sekte agama lain, yang memiliki banyak pengikut. Di antara ketiga aliran tersebut, agama Siwa memiliki pengikut terbanyak berkat posisinya sebagai agama resmi Kerajaan Majapahit.
Agama Buddha menempati urutan kedua, perkembangan agama Buddha sengaja ditekan agar tidak bersaing dengan agama Siwa. Dalam Nagarakertagama pupuh 16 disebutkan bahwa pendeta Buddha yang diutus ke daerah untuk mengumpulkan upeti dilarang mengunjungi dan mendakwahkan agama di daerah barat Majapahit.
Alasannya, di daerah itu agama Buddha tidak memiliki pengikut. Mereka hanya diperbolehkan menyiarkan agama di wilayah timur Majapahit, terutama di pulau Bali dan Lombok. Di sisi lain, para pendeta Siwa boleh berkunjung dan menyiarkan agamanya di mana saja tanpa mengetahui batasan apa pun.
(msd)

