
Dan terus menjadikan TNI sebagai institusi yang dipercaya dan dicintai rakyat Indonesia.
Jakarta (Partaipandai.id) – Anggota Komisi I DPR RI Bobby Adityo Rizaldi menilai pengangkatan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Yudo Margono sebagai calon tunggal Panglima TNI memenuhi prinsip bergiliran mewakili matra TNI.
Menurutnya, penunjukan Kasal sangat tepat, agar dengan prinsip bergiliran mewakili dimensi TNI, tidak menimbulkan polemik tentang adanya supremasi tertentu.
“Karena kualitas semua kepala staf itu sama, maka pengangkatan Kasal sebagai panglima itu lebih untuk memenuhi prinsip mewakili panglima daerah secara bergiliran menjadi panglima, karena sejak Jokowi pertama ada di sana. belum jadi panglima angkatan laut sebagai panglima,” ujar Bobby saat dihubungi. di Jakarta, Senin.
Adapun untuk fit and proper test, kata dia, yang akan ditanyakan adalah konsep mensinergikan konsep peningkatan profesionalisme TNI dengan anggaran Kementerian Pertahanan (Kemhan) yang terbatas, serta tantangan dalam mengembangkan Postur dan organisasi TNI.
“Karena ini fit and proper test, bukan assesment test karena kualifikasi panglima sudah jadi kepala staf, jadi memenuhi persyaratan,” ucapnya juga.
Bobby juga berharap institusi TNI di bawah Laksamana Yudo mampu mendukung visi dan misi Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar Indonesia menjadi poros maritim dunia dalam waktu dekat.
“Dan terus jadikan TNI sebagai institusi yang dipercaya dan dicintai rakyat Indonesia,” ucapnya juga.
Ia pun mengaku menyambut baik Surat Presiden atau Surpres terkait calon Panglima TNI hari ini. “Jadi bisa dipastikan tidak ada kekosongan kepemimpinan TNI seperti tahun 1998, meski hanya beberapa hari saja,” katanya lagi.
Sementara itu, anggota Komisi I DPR RI Sukamta mengatakan, Laksamana Yudo sangat layak menjadi Panglima TNI, karena pengalamannya sebagai Kasal, selain perannya yang relatif senior.
“Harapan kami, TNI semakin profesional dan menjadi prajurit yang lebih cakap mengawal NKRI yang semakin terintegrasi dengan rakyat,” kata Sukamta.
Ketua DPR RI Puan Maharani menerima Surat Presiden atau Surpres terkait calon Panglima TNI atas nama Laksamana TNI Yudo Margono yang diusulkan menggantikan Jenderal TNI Andika Perkasa yang sebentar lagi memasuki masa pensiun.
Surat Presiden itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno kepada Ketua DPR RI, Puan Maharani, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin.
Anggota Komisi I DPR RI Dave Akbarshah Fikarno Laksono mengatakan Komisi I DPR akan menggelar uji kepatutan calon Panglima TNI pada Rabu (30/11), jika DPR menerima Surat Presiden (Surpres).
“Uji kelayakan dan kepatutan calon Panglima TNI bisa dilakukan Rabu jika hari ini (Senin, 28/11) Surpres masuk,” kata Dave, di Jakarta, Senin.
Baca juga: Komisi I DPR menyambut baik pelantikan Yudo Margono oleh Presiden
Baca juga: DPR menyoroti objektivitas TNI di tahun politik selama uji tuntas
Reporter: Melalusa Susthira Khalida
Editor: Budisantoso Budiman
Redaksi Pandai 2022

