Jokowi mengingatkan Bawaslu bahwa Pemilu/Pilkada 2024 merupakan yang terbesar sepanjang sejarah

Kualitas pemilu merupakan landasan politik yang penting dalam bernegara dan berpemerintahan.

Jakarta (Partaipandai.id) – Presiden RI Joko Widodo mengingatkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk berhati-hati dalam menyelenggarakan Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pilkada 2024 yang akan menjadi perhelatan demokrasi terbesar dalam sejarah Indonesia, bahkan terbesar di dunia. .

Dalam sambutannya pada acara Konsolidasi Nasional Bawaslu 2022 di Jakarta, Sabtu, Jokowi menjelaskan bahwa peran Bawaslu dalam mengawal pemilu menempati posisi sentral dalam membangun pemilu yang berkualitas.

“Dibandingkan dengan pemilu sebelumnya, ini akan sangat besar. Hati-hati ini dan ini mungkin yang paling berat. Hati-hati ini yang melibatkan jumlah pemilih yang sangat besar dengan jangkauan elektoral yang luas,” kata Jokowi.

Dengan pengalaman penyelenggaraan pemilu sebelumnya, kata Jokowi, Indonesia memiliki bekal yang lebih dari cukup untuk mempersiapkan pemilu mendatang yang jauh lebih berkualitas.

Menurut Kepala Negara, kualitas pemilihan umum merupakan landasan politik yang penting dalam bernegara dan pemerintahan.

“Untuk menjaga integritas pemilu, pengawasan harus dilakukan di semua tahapan pemilu. Seluruh proses harus diawasi dengan sangat ketat, ditangani dengan sangat hati-hati, untuk menciptakan pemilu yang berkualitas,” ujar Presiden.

Presiden juga mengingatkan bahwa kepercayaan adalah kunci dalam proses demokrasi. Penyelenggaraan pemilu yang terpercaya akan menghasilkan legitimasi yang kuat.

Jokowi juga mengingatkan masalah yang kerap terjadi di setiap pemilu, yakni soal Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang kerap dijadikan bahan tudingan kecurangan.

Karena itu, Presiden berharap melalui Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja, penyusunan DPT diawasi secara menyeluruh, bahkan Bawaslu diminta melaporkan jika ada pihak yang menghambat proses tersebut.

“Kalau ada kendala apalagi dari pemerintah yang tidak kooperatif, maka Pak Rahmat Bagja akan lapor ke saya karena urusan DPT itu sangat krusial. Dari tahun ke tahun ini selalu jadi bahan dan sangat mempengaruhi memercayaimempengaruhi kepercayaan rakyat kita,” kata Presiden.

Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Ketua Bawaslu Rahmat Bagja RI, Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Heddy Lugito, dan Pj. Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.

Baca juga: Jokowi meminta Bawaslu tegas tapi tidak memprihatinkan
Baca juga: Jokowi: Calon presiden dan wakil presiden akan gelisah jika dipanggil oleh Bawaslu

Pemberita: Mentari Dwi Gayati
Editor: D.Dj. Kliwantoro
Redaksi Pandai 2022

Sumber

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *