
Memuat…
Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi kepada oligarki Rusia Vladimir Potanin untuk menambah daftar panjang miliarder Rusia yang dikenai sanksi. Foto/Dok Reuters
Baca juga: Intip Deretan Orang Terkaya di Rusia, Nomor Satu Punya Harta Rp 415,1 Triliun
Beberapa fakta seputar sanksi seperti dilansir Forbes adalah bahwa Departemen Luar Negeri dan Keuangan AS bersama-sama mengumumkan tindakan tersebut, yang membekukan semua aset Potanin di AS dan melarangnya memasuki negara tersebut.
Potanin adalah orang terkaya kedua di Rusia , berkat sekitar 33% sahamnya di Norilsk Nickel, salah satu dari 10 perusahaan publik terbesar Rusia. AS juga memberlakukan sanksi terhadap perusahaan investasi Potanin, Interros, dan lembaga keuangan Rosbank, yang diakuisisi Interros pada bulan April. Sementara Norilsk Nickel menghindari sanksi, hal itu berpotensi untuk menghindari destabilisasi pasar nikel internasional.
Baca juga: Bagaimana Rusia Melawan Sanksi Barat, Menggeser Arus Perdagangan dan Energi ke Timur
Menteri Luar Negeri Antony Blinken mengatakan AS juga telah mengidentifikasi kapal pesiar Nirvana Potanin senilai USD 120 juta sebagai properti yang diblokir. Ada juga aset penting lainnya yang berpotensi disita selain kapal pesiar sang oligarki.
Aset Potanin diperkirakan bernilai USD 26,4 miliar atau setara dengan Rp 410,3 triliun (Kurs Rp 15.544 per USD), menjadikannya orang terkaya ke-51 di dunia.
“Kami melihat Potanin tidak hanya sebagai pembuat kesepakatan, tetapi juga sebagai tokoh kunci dalam politik Rusia,” kata Stanislav Markus, seorang profesor di University of South Carolina dengan keahlian oligarki Rusia.
Dia mengatakan kepada Forbes pada bulan April ketika Potanin, sekutu lama Presiden Rusia Vladimir Putin, membeli aset yang terkena sanksi internasional terhadap Rusia dan orang-orang terkayanya.
Inggris sebelumnya memberlakukan sanksi terhadap Potanin pada bulan Juni, sementara Uni Eropa belum mengumumkan tindakan apa pun terhadap miliarder tersebut. The Wall Street Journal melaporkan rencana AS untuk menjatuhkan sanksi terhadap Potanin pada Rabu kemarin.
Interros juga membeli 35% saham di Tinkoff Bank pada bulan April, mengambil alih saham di Oleg Tinkov, salah satu dari sedikit oligarki yang mengkritik invasi Ukraina. Sementara itu harga nikel naik ke level tertinggi sepanjang masa pada musim semi tahun ini di tengah ketidakpastian tentang bagaimana sanksi dapat berdampak pada Norilsk Nickel, penambang nikel terbesar di dunia.
(acr)

