
Jakarta (Partaipandai.id) –
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan, PDIP melihat atau mempertimbangkan kesesuaian ideologi dengan parpol lain sebelum memutuskan menjalin kerja sama politik.
“Dalam kerjasama ini kita melihat momentum, ada kesesuaian ideologi, kesesuaian platform, kesesuaian desain masa depan, dan perspektif masa depan,” kata Hasto kepada wartawan usai membuka seminar nasional bertajuk “Kedaulatan Pangan Wujudkan Kesejahteraan Petani dan Pemantapan Program Ayo Sejahtera Petani .” (MSP)”, di Sekolah Partai DPP PDIP, Jakarta, Jumat.
Disampaikannya, berdasarkan fakta empiris, PDIP selalu menjalin kerjasama dengan pihak lain sesuai dengan semangat gotong royong Pancasila.
Hasto mencontohkan partai politik yang tidak memiliki ideologi dan platform yang sesuai dengan PDIP, yakni partai yang mendukung impor pangan.
Sebelumnya, saat memberikan arahan dalam seminar nasional yang digelar Badan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (BPEK) Pusat PDIP, Hasto mengatakan PDIP terus mendorong terwujudnya kedaulatan pangan Indonesia tanpa harus impor pangan.
Hal senada disampaikan anggota DPR RI Rahmad Handoyo yang merupakan Sekretaris BPEK Pusat PDIP. Bahkan, Rahmad menyampaikan, kepedulian PDIP terhadap ketahanan dan kedaulatan pangan terlihat dari upaya mereka untuk terus mendorong lahirnya penemuan-penemuan anak bangsa, pemulia tanaman pangan, baik beras, jagung, kedelai, dan berbagai pangan lainnya.
“Kami yakin dengan adanya varietas unggul ini akan mendorong semangat petani karena akan menghasilkan produksi yang baik, diikuti dengan harga yang baik, dan pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujar Rahmad.
Ditambahkannya, salah satu kerja nyata yang dilakukan PDIP untuk meningkatkan kesejahteraan petani adalah dengan memperkenalkan varietas unggul kepada petani, khususnya yang tergabung dalam komunitas MSP binaan BPEK PDI Perjuangan.
Reporter: Tri Meilani Ameliya
Editor: Herry Soebanto
HAK CIPTA © Partaipandai.id 2023

