
Jakarta (Partaipandai.id) – AT&T, operator nirkabel terbesar kedua AS, sedang menjajaki penjualan divisi keamanan sibernya, dan berpotensi membatalkan akuisisi yang telah diselesaikan lima tahun lalu, kata seorang sumber, seperti dilansir Reuters, Rabu.
Penjualan bisnis keamanan siber akan menambah serangkaian divestasi yang dilakukan AT&T untuk membayar utang setelah mengakuisisi Time Warner senilai $108,7 miliar pada tahun 2018, sebuah kesepakatan yang telah dibatalkan sejak saat itu.
Dalam dua tahun terakhir, AT&T menjual 30 persen saham di unit TV berbayar DirecTV kepada perusahaan ekuitas swasta TPG seharga $1,8 miliar, dan menerima $40,4 miliar tunai setelah berpisah dan menggabungkan bisnis Warner Media dengan Discovery Communications untuk membentuk Warner Bros. .
AT&T telah bekerja dengan Barclays Plc untuk mengumpulkan tawaran potensial untuk bisnis keamanan sibernya, yang disebut Alienvault, ketika diakuisisi pada 2018 dalam kesepakatan sekitar $600 juta, kata sumber tersebut. Tetapi tidak jelas berapa banyak bisnis yang dapat diambil sekarang.
Sumber itu memperingatkan bahwa tidak ada kesepakatan pasti dan meminta anonimitas karena masalah ini bersifat rahasia. AT&T dan Barclays menolak berkomentar.
Divisi keamanan siber AT&T membantu usaha kecil hingga menengah memelihara jaringan teknologi informasi mereka, termasuk laptop, desktopserver dan perangkat seluler, tetap aman.
Akuisisi Alienvault bertujuan untuk memberi AT&T keunggulan dalam menandatangani dan mempertahankan klien korporat, tetapi alasan kesepakatan itu terkikis ketika startup cybersecurity yang menawarkan alternatif murah telah menjamur.
Baca juga: Investasi cloud dan keamanan siber diprediksi akan meningkat pada tahun 2023
Baca juga: Serangan dari “cyber cloud” ke “metaverse” adalah tren keamanan tahun 2023
Baca juga: Pentingnya perlindungan data pribadi untuk meningkatkan investasi
Penerjemah: Siti Zulaikha
Editor: Satyagraha
HAK CIPTA © Partaipandai.id 2023

