Wakil Ketua DPR: Pemerintah mengevaluasi anggaran ketahanan pangan

Jakarta (Partaipandai.id) – Wakil Ketua DPR RI Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) meminta pemerintah mengevaluasi kebijakan anggaran ketahanan pangan nasional karena dinilai belum berdampak positif terhadap stabilitas harga. terutama kebutuhan pokok.

“Saya minta kebijakan anggaran ketahanan pangan ini dievaluasi, padahal baru beberapa bulan dilaksanakan untuk APBN 2023,” kata Abdul Muhaimin Iskandar dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Hal itu disampaikan Gus Muhaimin setelah menerima atau menerima banyak laporan dari daerah terkait tingginya harga beras, termasuk harga kebutuhan pokok lainnya yang tidak stabil.

Sebagai informasi, pemerintah telah mengucurkan anggaran Rp 900 miliar selama Januari 2023 untuk menekan harga pangan. Namun, sayangnya, Gus Muhaimin menilai target yang hendak dicapai belum berdampak penuh.

“Logikanya, kalau ada anggaran ketahanan pangan, semua harga pangan stabil. Nah, bukan malah sekarang harga beras naik,” kata Gus Muhaimin.

Baca juga: Komitmen untuk memperkuat ketahanan pangan dalam negeri
Baca juga: BRIN: Optimalisasi lahan rawa wujudkan ketahanan pangan nasional

Oleh karena itu, dia meminta pemerintah segera mengevaluasi penggunaan anggaran ketahanan pangan, termasuk memastikan target tersebut sesuai dengan orientasi stabilitas harga pangan.

“Anggarannya tidak main-main, besar sekali,” ujarnya.

Pemerintah pada tahun 2023 diketahui telah mengalokasikan anggaran yang relatif besar untuk ketahanan pangan sebesar Rp 92,3 triliun. Nilai tersebut meningkat dibanding tahun 2018 sebesar Rp 86 triliun.

Pemerintah pada Januari 2023 telah mengeluarkan anggaran sebesar Rp 900 miliar yang dikhususkan untuk ketahanan pangan. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan Rp 630 miliar digunakan Kementerian PUPR untuk membangun bendungan dan irigasi.

“Kemudian Kementan Rp 125 miliar dan KKP Rp 99,4 miliar. Ini untuk kegiatan kementerian dan lembaga,” kata Sri Mulyani dalam jumpa pers, Rabu (22/2).

Sebagai informasi, sejak akhir tahun 2022 hingga saat ini harga beras terus mengalami kenaikan. Ini berlaku untuk beras medium dan premium. Berdasarkan panel harga Badan Pangan Nasional, harga beras medium Rp 11.850 per kilogram dan beras premium Rp 13.500 per kilogram.

Reporter: Muhammad Zulfikar
Editor: Herry Soebanto
HAK CIPTA © Partaipandai.id 2023

Sumber

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *