
Samarinda (Partaipandai.id) – Pengembangan lahan Kawasan Inti Pemerintahan Pusat (KIPP) tahap I di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur, per 16 Februari 2023 telah mencapai 69,67 persen.
“Sementara untuk pengembangan lahan KIPP tahap kedua pada tanggal yang sama sudah tercapai 11,43 persen, namun secara total pembangunan fisik di IKN sudah mencapai 22,9 persen,” kata Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Otoritas IKN Silvia Halim di Samarinda, Senin. .
Sebelumnya, saat mengisi materi dalam diskusi panel pada Pertemuan Tahunan Himpunan Alumni Perguruan Tinggi Indonesia (HIMPUNI) Universitas Mulawarman, Samarinda, Silvia mengatakan, pencapaian 22,9 persen tersebut berasal dari sejumlah proyek yang sedang berjalan.
Seperti pada proyek pengendalian banjir Sanggai IA dengan capaian 15,44 persen, pembangunan Istana Kepresidenan mencapai 6,65 persen, Bendungan Sepaku Semoi 84,32 persen, pipa sungai Sepaku dan jaringan transmisi 87,73 persen, serta penyediaan air baku. untuk pembibitan Mentawir sudah 99,94 persen.
Pembangunan IKN, lanjut Silvi, direncanakan 20 persen menggunakan dana dari APBN berupa infrastruktur dasar, sedangkan 80 persen sisanya berasal dari investor, baik dalam maupun luar negeri.
Untuk membangun IKN, lanjutnya, tidak bisa hanya digarap secara serius di kawasan inti saja, tetapi semua harus dikembangkan secara serius dan serentak, terutama di kawasan sekitar atau kawasan penyangga, sehingga pemerintah daerah juga harus memberikan dukungan, seperti Pemkab. Kota Balikpapan, Samarinda, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kutai. Kartanegara, khususnya Provinsi Kalimantan Timur.
“Konektivitas juga dibutuhkan dalam pembangunan IKN agar nantinya ada jalan tol yang menghubungkan dari IKN – Balikpapan – Samarinda dan sekitarnya untuk konektivitas darat, kemudian juga ada konektivitas laut yang juga akan disiapkan,” dia berkata.
Saat ini, lanjut Silvi, prioritas pembangunan di IKN adalah perumahan bagi pekerja konstruksi. Tujuannya agar para pekerja memiliki kehidupan yang layak dengan fasilitas yang lengkap, termasuk tempat ibadah dan kantin. Sudah ada 12 dari 22 unit tower yang siap huni untuk sekitar 14.500 pekerja.
“Untuk target pembangunan awal yaitu pada tahun 2022 hingga 2024 adalah membangun infrastruktur utama seperti Istana Kepresidenan, gedung MPR/DPR, dan perumahan, termasuk tahap awal relokasi, pembangunan dan pengoperasian infrastruktur dasar bagi penghuni awal,” dia berkata.
Reporter: M. Ghofar
Editor: Didik Kusbiantoro
HAK CIPTA © Partaipandai.id 2023

