
Jakarta (Partaipandai.id) – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo atau Bamsoet mengatakan desa yang tidak sejahtera akan membuat masyarakat mengungsi ke kota untuk mencari pekerjaan, kondisi ini dikhawatirkan menjadi beban di perkotaan.
“Jika desa tidak makmur, orang akan lari ke kota untuk mencari pekerjaan. Ujung-ujungnya malah jadi beban di kota,” kata Bamsoet dalam keterangan tertulis saat menghadiri peringatan HUT ke-9 UU Desa di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu.
Untuk itu, Ketua DPR RI ke-20 itu mendukung 10 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dialokasikan untuk dana desa.
Permohonan kenaikan 10 persen dana desa dari APBN diajukan oleh Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi). Ribuan kepala desa, perangkat desa, dan Badan Pengawas Desa (BPD) berkumpul di GBK untuk mendesak agar 10 persen APBN dialokasikan untuk dana desa.
Menurut mantan Ketua Komisi III DPR RI Bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini, masa depan Indonesia terletak di pedesaan. Sehingga kemakmuran desa harus diupayakan agar mampu bersaing dengan perkotaan.
“Saya mendukung langkah aparat desa yang mendorong pemerintah untuk memberikan 10 persen APBN kepada desa. Karena saya melihat masa depan Indonesia di pedesaan. Ke depan, desa harus bisa bersaing dengan perkotaan, jadi agar masyarakat yang tinggal di desa tidak lari ke kota dan bersaing di kota,” kata Bamsoet.
Ia yakin jika dana desa yang dialokasikan besar dan bisa dimanfaatkan, maka desa akan berkembang. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu mengadu nasib di kota dan menciptakan lapangan kerja.
“Saya yakin jika aparat desa meminta agar dana desa dinaikkan menjadi 10 persen dari APBN, BPD akan dapat mengawal dana yang diterima desa. Hal ini diperlukan agar dana desa bermanfaat bagi warganya dan tidak memperkaya kepala desa,” ujar pria yang juga menjabat sebagai wakil ketua Pemuda Pancasila itu.
Menurut Bamsoet yang juga Ketua Badan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia, jika ada lapangan pekerjaan di desa, maka akan ada perputaran ekonomi. Penduduk desa, bahkan mereka yang merantau ke kota, akan kembali ke asalnya.
Baca juga: Khofifah meraih penghargaan gubernur karena peduli terhadap kesejahteraan perangkat desa
Di desa tersebut, kata Bamsoet, memiliki segudang sumber daya alam yang melimpah seperti nikel, batu bara, emas, timah, dan gas.
Namun Ketua Umum Persatuan Motor Indonesia dan Ketua Umum Pengurus Keluarga Olahraga Tarung Derajat heran, karena hingga saat ini masih banyak masyarakat di desa yang masih hidup di garis kemiskinan.
“Mana nikel nomor 1 kita di dunia? Di mana batu bara nomor 2 kita di dunia? Di mana timah nomor 3 kita di dunia? Apakah di desa. Emas kita nomor 6 di dunia? Apakah di desa. Dan gas nomor 16 di dunia ada di desa. Semuanya ada di desa. Pertanyaan kita kenapa masih banyak masyarakat kita di desa yang masih hidup dalam kemiskinan,” jelas Bamsoet.
Wakil Ketua SOKSI itu menambahkan, dalam APBN 2023, Presiden Joko Widodo telah mengalokasikan Rp. 70 triliun dana desa untuk 74.954 desa di 434 kabupaten/kota. Setiap desa bisa mendapatkan dana desa lebih dari Rp 1 miliar.
Ia juga mengingatkan agar penggunaan dana desa harus dimaksimalkan untuk kesejahteraan masyarakat desa.
“Presiden Jokowi telah mengambil langkah besar dalam mengalokasikan dana desa untuk membangun desa. Oleh karena itu, semua pihak harus bahu-membahu untuk bersama-sama meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” kata Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu.
Bamsoet juga mengapresiasi keberhasilan Presiden Joko Widodo dalam memimpin Indonesia. Termasuk memberikan perhatian lebih kepada seluruh desa di Indonesia.
“Tanpa dia (Jokowi), mungkin perhatian pemerintah ke desa minim. Mudah-mudahan ke depan perhatian pemerintah lebih besar lagi ke desa-desa,” katanya.
Turut hadir Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Komjen Pol. Boy Rafli Amar, Ketua Dewan Pusat Apdesi Surta Wijaya, Ketua Dewan Nasional PPDI Widhi Hartono, dan Ketua Dewan Pusat ABPEDNAS Indra Utama.
Baca juga: Megawati mengingatkan kepala desa untuk menjaga masyarakat dengan baik
Baca juga: Ketua MPR mendukung 10 persen APBN yang dialokasikan ke desa
Baca juga: Megawati meraih penghargaan sebagai tokoh gotong royong desa
Reporter: Laily Rahmawaty
Editor: Triono Subagyo
HAK CIPTA © Partaipandai.id 2023

