
Kami (Indonesia) membuka ‘engagement’ (komunikasi dua arah) sebagai Ketua (ASEAN) seluas mungkin sehingga kami mendengarkan pandangan mereka dan mencoba menjembatani perbedaan posisi,
Jakarta (Partaipandai.id) – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan Indonesia sebagai ketua KTT ASEAN terus berupaya menjembatani kesenjangan pandangan dan sikap yang terjadi di Myanmar.
“Kita (Indonesia) buka pertunangan (komunikasi dua arah) sebagai Ketua (ASEAN) seluas-luasnya sehingga kita mendengarkan pandangan mereka dan berusaha menjembatani perbedaan posisi,” ujar Menlu Retno saat ditanya mengenai kontribusi keketuaan Indonesia di ASEAN terkait konflik di Myanmar.
Hal itu disampaikan Retno usai mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo untuk membahas persiapan penyelenggaraan KTT ASEAN, di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis.
Retno mengatakan konflik yang terjadi di Myanmar memang tidak mudah, namun Indonesia sebagai ketua ASEAN akan terus berupaya membangun komunikasi.
Ia mengungkapkan, upaya komunikasi yang dibangun Indonesia sebagai keketuaan di ASEAN antara lain berkomunikasi dengan militer Myanmar, dengan National Unity Government of Myanmar (NUG), serta dengan Ethnic Armed Groups dan dengan beberapa partai politik di sana.
Baca juga: Menlu: KTT ASEAN ke-42 bekerja lebih keras untuk memperkuat kawasan
Baca juga: Menteri PUPR: Infrastruktur KTT ASEAN di Labuan Bajo selesai awal Mei
Adapun keputusan KTT sebelumnya, kata Retno, Myanmar akan diundang ke KTT ASEAN 2023 di tingkat non-pemerintah.wakil politik karena konflik yang sedang berlangsung di negara tersebut.
Ia juga menyampaikan bahwa pada KTT ASEAN akan ada dua sesi pertemuan yaitu sesi pleno dan sidang mundur.
Di sesi mundurkatanya, akan membahas implementasi Five Point Consensus on Myanmar.
Konsensus Lima Titik adalah keputusan para pemimpin ASEAN melalui pertemuan khusus, yang juga dihadiri oleh pemimpin junta Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing, untuk membantu Myanmar mengatasi krisis politiknya.
Konsensus Lima Titik menyerukan diakhirinya kekerasan, dialog dengan semua pemangku kepentingan, menunjuk utusan khusus untuk memfasilitasi mediasi dan dialog, mengizinkan ASEAN memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Myanmar, dan mengizinkan utusan khusus ASEAN untuk mengunjungi dan bertemu dengan pemangku kepentingan di Myanmar.
Menurut Retno, selama sesi mundur Para pemimpin ASEAN akan meninjau Lima Poin Konsensus.
Baca juga: Dekranasda menyiapkan tenun Manggarai Barat untuk 11 kepala negara ASEAN
Lebih lanjut ia menegaskan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, KTT ASEAN tahun ini akan membahas masalah Myanmar, namun prioritas ASEAN tetap terkait upaya percepatan pembangunan Komunitas ASEAN yang manfaatnya selalu diminta oleh komunitas ASEAN.
“Jadi apa manfaat ASEAN hal bagi masyarakat, ini harus dijawab oleh para pemimpin ASEAN,” ujar Retno.
KTT KTT ASEAN akan digelar di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada 10-11 Mei 2023. Berbagai persiapan tempat penyelenggaraan telah dilakukan pemerintah.
Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu juga berkesempatan meninjau langsung lokasi-lokasi yang akan menjadi tempat penyelenggaraan KTT ASEAN. Menurut Menlu Retno, semua persiapan terkait KTT ASEAN sudah berada di jalur yang benar.
Pemberita: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Chandra Hamdani Noor
HAK CIPTA © Partaipandai.id 2023

