BP2MI meminta aparat penegak hukum mengungkap dan menangkap para pengedar TPPO besar tersebut

Cianjur (Partaipandai.id) – Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) meminta aparat penegak hukum mengungkap dan menangkap para pengedar besar di balik maraknya tindak pidana perdagangan orang atau TPPO yang terjadi di berbagai daerah.

Sekjen BP2MI Rinardi kepada wartawan di Cianjur, Jawa Barat, Selasa, mengatakan sekitar 4,3 juta TKI asal Indonesia dikirim secara ilegal ke luar negeri oleh perusahaan jasa pemberangkatan TKI.

Rinardi mendukung upaya sigap polisi mengungkap dan menangkap calo pemberangkatan tenaga kerja ke luar negeri dalam sepekan terakhir di sejumlah daerah, termasuk di Kabupaten Cianjur.

“Kami berharap tidak hanya calo yang ditangkap, tapi juga memberantas jaringan besar yang telah mengirimkan jutaan TKI secara ilegal dan tanpa tanggung jawab ketika TKI bermasalah di negara penempatan,” ujarnya.

Baca juga: BP2MI meminta BP3MI memperkuat komunikasi dengan Polri untuk mencegah TPPO

Selama ini, lanjut Rinardi, banyak jaringan besar atau mafia yang menjaring calon TKI melalui calo di berbagai daerah dengan iming-iming gaji besar dan penempatan kerja yang nyaman. Mereka berangkat secara tidak prosedural dengan menggunakan paspor dan visa turis.

Beberapa waktu lalu, kata Rinardi, BP2MI telah menyerahkan lima daftar nama yang diduga menjadi pelabuhan keberangkatan utama TKI ilegal dan berharap segera diungkap dan dilakukan penangkapan dengan bantuan pemerintah setempat.

“Kami meminta laporan terkait nama yang diduga menjadi pelabuhan utama pengiriman TKI segera ditangkap dan diberikan sanksi pemiskinan agar tidak beroperasi lagi ke depannya,” ujarnya.

Baca juga: Seminggu Satgas TIP Polri menangani 190 laporan polisi

BP2MI mencatat sekitar 4,7 WNI yang resmi dan terdaftar bekerja di luar negeri. Namun, data Bank Dunia menyebutkan ada sembilan juta WNI yang bekerja di luar negeri, sehingga ada 4,3 juta WNI yang bekerja di luar negeri secara ilegal.

Untuk menekan kasus TKI ilegal, BP2MI meminta partisipasi semua lapisan, mulai dari pemerintah daerah hingga pemerintah desa dalam mensosialisasikan pentingnya bekerja di luar negeri secara legal dan bahaya bepergian secara ilegal.

Baca juga: Wakapolda NTB: Banyak warga yang memilih cara instan bekerja di luar negeri
Baca juga: Tim Satgas TIP Polda Riau menggagalkan penyelundupan 39 PMI ilegal
Baca juga: MUI meminta pelaku TPPO diberi hukuman berat

Reporter : Ahmad Fikri
Editor: Didik Kusbiantoro
HAK CIPTA © Partaipandai.id 2023

Sumber

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *