Anggota DPR: Masyarakat diminta meminta maaf atas gangguan layanan haji

Jakarta (Partaipandai.id) –

Ketua Komisi VIII DPR RI Ashabul Kahfi meminta masyarakat atau penyedia jasa haji bagi jemaah haji asal Indonesia menyampaikan permintaan maaf terkait layanan yang terganggu seperti keterlambatan penjemputan di Muzdalifah dan keterlambatan makanan.

“Dari hasil evaluasi kami, memang ada beberapa titik yang mengalami kendala dalam pelayanan jemaah haji. Kami ingin pihak tersebut menyampaikan permohonan maaf atas beberapa kejadian yang terjadi,” kata Ashabul, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta , Sabtu.

Selain itu, ia juga meminta masyarakat meningkatkan rasa tanggung jawab terhadap pelayanan haji, sesuai kontrak dengan Kementerian Agama RI.

“Mereka (rakyat) tentu harus melayani jamaah dan tentunya harus menjaga kejayaan Pemerintah Arab Saudi,” kata Ashabul.

Selanjutnya, Ashabul mengapresiasi Pemerintah Indonesia yang telah menyampaikan permintaan maaf kepada jemaah haji. Meski begitu, menurutnya, masyarakat adalah pihak yang harus terlebih dahulu menyampaikan permohonan maaf kepada jemaah haji Indonesia atas kebijakan dan pelayanan yang tidak maksimal.

“Indonesia yang meminta maaf kepada jemaah, kami hargai, tapi seharusnya mereka (rakyat) yang harus meminta maaf kepada Indonesia,” ujarnya.

Kedepannya, Ashabul berharap Pemerintah Indonesia selaku penyelenggara haji dapat berkoordinasi dan melakukan evaluasi dengan Pemerintah Arab Saudi agar penyelenggaraan haji dapat lebih baik lagi. Selain itu, dia juga meminta Pemerintah mengevaluasi orang-orang yang tidak menunaikan kewajiban menunaikan ibadah haji bagi jemaah haji Indonesia.

“Kami minta agar para syarikah yang merekrut anggota masyarakat harus memberikan semacam sanksi. Paling tidak mungkin di tahun-tahun mendatang mereka tidak lagi dijadikan sebagai salah satu anggota masyarakat yang bekerja sama dengan kami,” ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Agama RI telah menyatakan akan memprioritaskan pelayanan jemaah haji Indonesia terpenuhi, baik dari segi makan maupun tempat tidur karena masih ada sekolah yang pasokan air bersihnya tersendat, terlambat datang untuk makan, dan tempat tidur. yang berada di luar kapasitas.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Hilman Latief, di Mina, Arab Saudi, Jumat (30/6) malam waktu setempat.

Baca juga: Kementerian Agama memprioritaskan pelayanan jemaah haji Indonesia

Baca juga: Gelombang pertama jemaah Embarkasi Solo dijadwalkan pulang pada awal Juli

Reporter: Tri Meilani Ameliya
Editor: Budi Suyanto
HAK CIPTA © Partaipandai.id 2023

Sumber

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *