
Memuat…
Indonesia diyakini mampu bertahan dari isu perlambatan ekonomi global atau ancaman resesi di tahun 2023, ini alasannya. Foto/Dok
Saat ekonomi lesu dibebani pembatasan mobilitas, aktivitas investasi justru menggeliat, membuat sejumlah produk investasi banyak diminati. Baca juga: Mengukur Seberapa Kuat Indonesia Menghadapi Ancaman Resesi Global
“Pasar Indonesia sebenarnya meningkat, bahkan untuk ekuitas sudah ada asing masuk Rp 66 triliun, tapi outflow obligasi cukup besar,” kata Genta dalam Investor Appreciation Night & Market Outlook 2023, Kamis (20/ 1/2023).
Baca juga: Sri Mulyani Ungkap Ancaman Resesi Global ke Negara Debitur
Genta menilai pasar bergerak ke arah yang positif meski tidak sejalan dengan kondisi ekonomi makro saat itu dalam dua tahun terakhir. Arus modal baik domestik maupun asing menjadi tulang punggung ketahanan investasi yang pada akhirnya akan menjadi titik awal pemulihan ekonomi nasional.
“Banyak yang masuk ke obligasi pemerintah. Investor individu juga cukup cepat, ada dana Rp 217 triliun, sedangkan retail masuk Rp 127 triliun,” jelasnya.
Bagi Genta, isu resesi justru menjadi peluang bagi investasi dalam negeri karena aliran modal dari negara maju akan mengalir ke pasar negara berkembang yang berpotensi. pertumbuhan ekonomi termasuk Indonesia.
“Resesi memang menjadi ketakutan ekonomi, tapi pasar justru lebih senang. Ketika risiko resesi semakin nyata di negara-negara barat, pasar Indonesia justru rebound,” pungkasnya.
(acr)

