Politisi milenial lintas parpol menolak sistem proporsional tertutup

sistem proporsional tertutup hanya akan memindahkan permainan politik uang ke internal partai politik

Jakarta (Partaipandai.id) –

Sejumlah politisi milenial lintas partai politik (parpol) mulai dari Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) telah menyatakan penolakannya terhadap penerapan PSBB tertutup. sistem proporsional pada pemilu 2024.

Wakil Ketua PP Generasi Muda Partai Golkar (AMPG) Adanti Pradipta menyayangkan lemahnya keterwakilan perempuan jika pemilu legislatif menggunakan sistem proporsional tertutup.

“Kalau tertutup, apa jaminan perempuan terpilih menjadi wakilnya? Makanya saya lebih memilih terbuka agar bisa mensosialisasikan diri kepada masyarakat,” kata Adanti dalam acara diskusi yang digelar di Jakarta Selatan, Jumat.

Riyan Hidayat, Ketua DPP Barisan Muda Penegakan Amanat Nasional (BM PAN) sebagai sayap PAN, menilai sistem proporsional tertutup tidak mendukung kedaulatan rakyat dalam memilih wakilnya di legislatif.

“Perdebatan kita hari ini bukan siapa yang diuntungkan, laki-laki atau perempuan. Tapi bagaimana menempatkan kedaulatan itu milik rakyat,” kata Riyan.

Sementara itu, Khairany Soraya, politisi dari Angkatan Muda Ka’bah (AMK) yang merupakan sayap pemuda PPP, mengatakan sistem proporsional tertutup hanya akan menggerakkan permainan politik uang di internal partai politik.

“Menurut saya, kalau sistem proporsional ditutup, akan ada politik uang internal. Misalnya saya mencalonkan diri, siapa tahu saya. Jadi akan ada, (bergumam) di internal, ‘Pak nomor urut saya berapa? , di sini?’ “kata Soraya.

Sementara itu, Juru Bicara PSI Dedek Prayudi menilai sistem proporsional terbuka mendukung pertarungan sehat antarkontestan dalam memperebutkan suara rakyat, seperti pengalamannya sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019.

“Saya ikut pemilu dan saya sempat ngobrol dengan Ibu Puteri Komarudin (Anggota Komisi XI DPR RI), ‘dapil apa itu?’. Ia menceritakan perjuangannya untuk mendekatkan diri dengan kelompok perempuan, UMKM. Jadi, saya Kebayang nggak gimana kalau ditutup, siapa yang didekati?,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PP AMPG Ilham Permana dalam sambutannya pada acara diskusi mengatakan bahwa sistem proporsional tertutup merupakan kemunduran demokrasi di Indonesia yang berpotensi menutup ruang gerak generasi muda Indonesia untuk mengikuti pemilu.

Baca juga: Kosgoro 1957 menyatakan sikap menolak sistem proporsional tertutup

Reporter: Melalusa Susthira Khalida
Editor: Ganet Aerospace
HAK CIPTA © Partaipandai.id 2023

Sumber

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *