
Memuat…
Polisi mengumumkan larangan masyarakat terkait perayaan Tahun Baru 2023 menggunakan kembang api, di sekitar Sudirman-Thamrin, Sabtu (31/12/2022). Foto/MPI
Pandji (40), warga Cibubur, Jakarta Timur, yang merayakan pergantian tahun di kawasan HI, mengaku setuju dengan kebijakan tersebut. Pasalnya, kata dia, dengan bermain petasan anak muda dikhawatirkan akan menjadi ajang tawuran saat perayaan tahun baru.
“Kalau kembang api atau petasan itu dilarang, bagus juga karena kita takut anak muda akan menggunakan petasan ini untuk tawuran atau semacamnya, karena lebih baik dimeriahkan dengan suasana musik atau ya, jalan-jalan santai bersama keluarga. lebih baik seperti ini, daripada kita harus main petasan,” ujarnya kepada MNC Portal.
Dila (19), warga Jakarta Barat yang juga merayakan tahun baru di Bundaran HI, juga mengamini hal tersebut. Menurutnya, udara akan lebih segar saat perayaan car free night di Bundaran HI jika tidak ada petasan.
“Kalau menurut saya setuju, karena kalau ada petasan pasti banyak asapnya juga, sudah ramai, ini lautan manusia, kalau ditambah petasan lebih bagus lagi kalau tidak ada. petasan, lega udaranya jadi lebih segar,” ujarnya.
Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Komarudin mengimbau masyarakat untuk tidak menyalakan petasan atau kembang api di kawasan ini.
“Kami menghimbau untuk tidak menyalakan petasan, silahkan berbahagia menantikan malam tahun baru di titik-titik yang sudah kami siapkan, dan tidak di iring-iringan, tidak di konvoi, tidak dinaiki kendaraan beratap,” imbuhnya.
“Mengutamakan keselamatan dalam rangka menyambut tahun baru dengan harapan kita bisa lebih sejahtera, sukses dan membawa keberkahan untuk kita semua,” imbuhnya.
(maaf)

