
Memuat…
Polres Musi Banyuasin akhirnya menangkap komplotan polisi palsu yang melakukan pengurungan dan pemerasan terhadap korban pada Kamis (15/9/2022) di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Bayung Lencir. Foto foto SINDOnews
“Dari hasil penyidikan, para pelaku ini beraksi di sejumlah daerah di Sumsel, seperti di Lahat, Muara Enim, dan terakhir kemarin di Muba. Caranya selalu sama, yakni mengaku sebagai polisi. petugas kemudian menahan mereka dan meminta uang tebusan,” kata Kapolsek Muba, AKBP Siswandi, Jumat (30/9/2022). Baca juga: Persekongkolan pembobolan uang di ATM sebesar Rp. 1,9 miliar terungkap, didalangi oleh orang dalam
Dalam setiap aksinya, kata Siswandi, komplotan tersebut selalu mengaku sebagai anggota polisi dan membawa korban ke dalam mobil dengan mata tertutup. Selanjutnya korban diajak berkeliling dan diminta menghubungi pihak keluarga untuk memberikan uang tebusan.
“Sejumlah barang bukti sudah kami amankan, seperti senjata api mainan, barang bukti penyerahan korban kepada pelaku dan kendaraan yang digunakan,” jelasnya.
Diketahui, saat beraksi di Muba, komplotan tersebut tiba-tiba mendatangi warga yang sedang bermain kartu. Kemudian, para korban diminta masuk ke dalam mobil dengan mata tertutup. Dimana pelaku mengaku sebagai anggota polisi dan menangkap korban dengan alasan bermain judi.
Dalam perjalanan, korban diminta menghubungi pihak keluarga untuk menyerahkan uang Rp30 juta. Keluarga korban melaporkan keadaan tersebut ke polisi, yang langsung ditanggapi dengan melakukan penyelidikan.
Mobil tersebut berhasil dihentikan, membuat para pelaku terpojok dan memberikan perlawanan dengan mengeluarkan senjata api. Polisi yang mengetahui hal ini mengambil tindakan tegas dan terukur. Baca juga: 2 Pemuda Ditangkap Polisi Pemerasan Berkedok Penjaga di Pelabuhan Tanjung Priok
Dengan menembak pelaku, alhasil Ahmad Emza yang merupakan anggota polisi yang dipecat tertembak mati, sedangkan Febriansyah mengalami luka tembak di bagian bokong.
(mengenakan)

