APMS di Jayawijaya sepi antrean karena razia rutin

Wamena (Partaipandai.id) – Seluruh Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, selama dua hari terakhir diam karena polisi gencar melakukan razia terhadap mobil-mobil penimbun BBM dengan sasaran minyak bersubsidi.

Kapolres Jayawijaya AKBP Hesman Napitupulu di Wamena, Jumat, mengatakan razia masih berlangsung.

“Pengawasan di semua APMS, tapi bergiliran karena tugas polisi bukan itu saja. Jadi kita fokus di satu titik, besok kita fokus di titik lain dan kita belum bisa kasih tahu,” ujarnya.

Polisi berharap dengan adanya pengawasan BBM bersubsidi, masyarakat sadar bahwa kebutuhan ini tidak disalurkan ke penimbun.

“Saya berharap orang yang melakukan itu (memodifikasi tangki menjadi besar) harus sadar bahwa ini untuk kepentingan umum,” katanya.

Kapolres memastikan polisi tidak melarang warga membeli BBM bersubsidi di APMS namun tidak harus dengan tangki modifikasi besar karena berpeluang untuk dibawa dan dijual kembali dengan harga lebih tinggi di luar.

Dua hari lalu polisi berhasil mengamankan 15 mobil karena kedapatan sedang memodifikasi tangki bahan bakar. Kendaraan-kendaraan tersebut ditahan sebelum mengisi bahan bakar atau masih mengantri di APMS, sehingga polisi hanya memberikan tilang.

“Ini bentuk pelanggaran, bukan tindak pidana. Otomatis kita keluarkan. Kalau masih pakai tangki seperti itu lagi kita dapat tilang, sama seperti SIM, kalau tidak bawa berkali-kali, kita bisa dapat tiket berkali-kali,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan Antara, harga pertalite di APMS dijual Rp. 10.000 per liter, sedangkan di luar APMS atau di pengecer dijual dengan harga Rp. 20.000 menjadi Rp. 25.000 padahal BBM ini didapat dari antrian BBM bersubsidi di APMS.

Reporter: Marius Frisson Yewun
Redaktur: Agus Setiawan
Redaksi Pandai 2022

Sumber

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *