
memuat…
Arab Saudi, UEA, dan Qatar menyerukan dialog di Sudan di tengah bentrokan militer. Foto/Independen
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Saudi menyatakan keprihatinan mendalam atas kekerasan yang sedang berlangsung di Sudan.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi meminta para pemimpin militer dan politik Sudan untuk memprioritaskan bahasa dialog, pengekangan dan kebijaksanaan, dan menyatukan barisan dengan cara yang berkontribusi untuk menyelesaikan konsensus yang telah dicapai, termasuk kesepakatan kerangka kerja.
Sementara itu, UEA meminta pihak-pihak yang berkonflik di Sudan untuk menahan diri dan mengakhiri krisis saat ini melalui dialog.
Dalam sebuah pernyataan, Kedutaan Besar UEA di Khartoum menyuarakan keprihatinannya yang mendalam atas situasi di Sudan dan menegaskan kembali posisi negara tersebut tentang pentingnya de-eskalasi, dan berupaya mencari solusi damai untuk krisis antara pihak-pihak terkait.
UEA menyerukan untuk mendukung proses politik di Sudan dan mencapai konsensus nasional untuk membentuk pemerintahan.
Sementara itu, Qatar mendesak pihak-pihak yang berkonflik di Sudan untuk segera menghentikan pertempuran, dan menyelesaikan perbedaan melalui dialog.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Qatar meminta semua pihak untuk segera menghentikan pertempuran, menahan diri secara maksimal, menggunakan suara nalar, mengutamakan kepentingan publik, dan menyelamatkan warga sipil dari konsekuensi pertempuran.
Negara Teluk itu menyampaikan aspirasi kepada semua pihak untuk mengupayakan dialog dan cara damai untuk menjembatani perbedaan, seperti dikutip dari Pemantau Timur TengahMinggu (16/4/2023).

