Calon Wakil Presiden Putuskan Menang di Pilpres 2024

memuat…

Direktur Eksekutif Riset dan Konsultasi Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago menilai pemilihan calon wakil presiden (cawapres) yang tepat akan menentukan kemenangan di Pilpres 2024. Foto/YouTube Trijaya FM

JAKARTA – Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago menilai pemilihan cawapres ( cawapres ) adalah penentu kemenangan yang tepat di pemilihan presiden 2024 . Diketahui, sejauh ini ada tiga sosok yang digadang-gadang bakal mencalonkan diri sebagai calon presiden (capres), yakni Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan.

Sampai saat ini sosok cawapres yang menemani ketiga sosok tersebut masih menjadi misteri. “Menurut saya kunci penentu pilpres adalah cawapres pada kontes kali ini,” kata Pangi dalam acara Polemik MNC Trijaya bertajuk Kejar Cawapres yang digelar secara virtual, Sabtu (13/5/2023).

Pangi menjelaskan, ada tiga faktor yang membuat pemilihan sosok cawapres yang tepat menjadi kunci kemenangan Pilpres 2024. Pangi mengungkapkan, faktor pertama adalah semua calon presiden bukan petahana.

Dengan begitu, masyarakat akan disuguhkan barang-barang baru di pesta demokrasi mendatang. “Jadi pertarungan calon presiden, tapi kontestasinya seperti cawapres karena alasan pertama kita melihat lapangan datar, tidak ada incumbent. Jadi menjadi penting bagi cawapres,” kata Pangi.

Kemudian faktor kedua yang menjadikan cawapres sebagai tokoh kunci, kata Pangi, adalah tidak ada angka pasti dari hasil survei yang secara konsisten menyatakan salah satu capres menang. “Artinya, margin of error kontestasi masih sangat dinamis, masih kompetitif. Peluang kemenangan bisa diraih oleh Pak Prabowo, Anies, dan Ganjar. Makanya faktor cawapres menjadi faktor penentu kemenangan di Pilkada. pemilihan presiden kali ini,” kata Pangi.

Kemudian faktor ketiga, jelas Pangi, dalam pemilihan presiden kali ini adalah tingginya jumlah swing voter, atau basis pemilih yang bisa berubah dalam menentukan pilihannya. “Ketiga, karena saya perhatikan tidak terjadi apa-apa terlalu banyak, pemilih kuat itu kuat. Artinya masih ada migrasi, swing pemilih masih besar. Pemilih kuat kadang punya preferensi capres dan cawapres, jadi harus seimbang. ,” pungkasnya.

(rca)

Sumber

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *