Cerita “Saat Berhenti Disini” menggali lebih dalam tentang rasa kehilangan

Jakarta (Partaipandai.id) –

Kisah yang dihadirkan dalam film “When It Stops Here” akan menggali lebih dalam tentang perasaan kehilangan yang dialami setiap orang.

“Saya mengeksplorasi kerugian. Karena berangkat dari premis bagaimana manusia berdamai dengan kehilangan. Tidak mudah bagi kita semua untuk berdamai dengan kehilangan kita sendiri, bagaimana kita menghadapi semua kelelahan kita dengan kehilangan,” ujar sutradara Umay Shahab saat jumpa pers peluncuran trailer film “When It Stops Here” di Pegangsaan. Kawasan Barat, Jakarta Pusat pada Rabu.

Unsur rasa kehilangan tersebut kemudian dipadukan dengan imajinasi jika suatu saat seseorang dapat berkomunikasi kembali dengan orang terdekat yang telah meninggal dunia.

“Berawal dari pertanyaan ‘bagaimana jika suatu saat kita bisa berkomunikasi kembali dengan mereka yang telah tiada atau dengan siapapun yang kita inginkan?’ Setelah muncul pertanyaan itu terkait dengan konsep kehilangan, bagaimana jika misalnya orang yang kita pilih adalah orang yang sudah tidak ada lagi dalam hidup kita,” kata Umay.

Prilly Latuconsina, pemeran dan produser film “When It Stops Here”, mengatakan cerita dalam film yang digarapnya bersama Umay ini akan terasa “mengaitkan” dengan penonton karena mengangkat tema kehilangan yang dirasakan semua orang.

“Setiap orang pasti pernah merasakan kehilangan, bukan harus kehilangan karena kematian, tapi tidak banyak orang yang tahu bagaimana cara mengobatinya. Di film ini kita diajarkan bagaimana move on setelah mengalami kehilangan,” kata Prilly yang turut hadir. dalam kesempatan.

Prilly menambahkan selain rasa kehilangan, film “When It Stopped Here” juga memiliki unsur cerita persahabatan, percintaan, dan kekeluargaan.

“When It Stops Here” bercerita tentang seorang wanita bernama Dita (Prilly Latuconsina) yang mencoba memahami rasa kehilangan dan berusaha melepaskan kekasihnya, Ed (Bryan Domani), yang meninggal karena kecelakaan.

Kisah film “When It Stops Here” dibumbui dengan unsur fiksi ilmiah dengan hadirnya teknologi yang memungkinkan Dita untuk kembali terhubung dengan kekasihnya yang sudah meninggal.

Trailer film yang dirilis hari ini memperlihatkan adegan ketika Dita mendapatkan sepasang kacamata yang mampu menciptakan dunia maya sekaligus “menghidupkan” sosok Ed seperti cara kerja perangkat virtual reality (realitas maya).

Umay menjelaskan, proses penelitian dan pengembangan untuk menghadirkan teknologi virtual reality dalam filmnya dibantu oleh seorang teman yang ahli di bidang terkait dan memakan waktu hampir satu setengah tahun.

Film “When It Stops Here” merupakan kolaborasi kedua antara Umay Shahab dan Prilly Latuconsina setelah sebelumnya menggarap film “I Guess You’re Home” yang dirilis pada tahun 2022 lalu.

Film ini dibintangi oleh sejumlah aktor dan aktris ternama Indonesia, seperti Prilly Latuconsina, Refal Hady, Bryan Domani, Lutesha Sadewa, Sal Priadi, Widyawati, Cut Mini Theo, Satrya Ghozali, dan lainnya.

Reporter: Farhan Arda Nugraha
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
HAK CIPTA © Partaipandai.id 2023

Sumber

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *