Kenali ragam investasi digital untuk menghindari penipuan

Namun, ada juga kekurangannya seperti rentan terhadap penipuan, terkadang aplikasi bermasalah atau error

Jakarta (Partaipandai.id) – Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi Jawa Timur Sekretaris Mei Santi mengajak masyarakat untuk mengenal berbagai investasi digital agar terhindar dari penipuan.

“Investasi digital merupakan kegiatan investasi untuk memperoleh keuntungan jangka panjang secara digital melalui teknologi internet,” kata Santi dalam keterangannya, Minggu.

Dia menyampaikan ini di webinar “Investasi Digital Pilihan Generasi Muda yang Mudah dan Aman” di Pontianak, Kalimantan Barat, yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Gerakan Nasional Literasi Digital Sibercreation (GNLD).

Baca juga: Literasi digital penting sebagai panduan untuk menghadapi kecanggihan teknologi

Mei mengatakan beberapa jenis investasi digital adalah investasi emas digital, reksadana, saham digital, valuta asing, dan investasi properti. Saat ini juga sudah banyak platform investasi digital seperti seed, bareksa, ipotfunddll.

Mei menambahkan, beberapa keuntungan berinvestasi secara digital adalah dapat menghemat waktu investor, praktis, investasi dapat dimulai dengan nominal kecil, serta transaksi mudah dan dapat dilakukan di mana saja.

Investasi digital juga bisa menjadi tabungan jangka panjang yang mudah dipantau.

“Namun, ada juga kekurangannya, seperti rentan penipuan, terkadang aplikasi mengalami masalah atau error, atau butuh waktu untuk mencairkan hasil investasi,” kata Mei.

Oleh karena itu, lanjut Mei, ada beberapa tips investasi digital untuk pemula. Beberapa di antaranya memilih jenis dan platform investasi dengan cermat.

Selain itu, legalitas operasionalnya juga harus dipastikan dengan mengecek langsung di situs Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kemudian, jangan memberikan data pribadi yang penting atau rahasia.

Baca juga: Pedoman etika digital untuk menggunakan platform digital secara bertanggung jawab

“Jangan lupa ganti password dan PIN secara berkala. Kemudian, jangan sering-sering menggunakan jaringan WiFi publik. Dan yang tak kalah penting adalah memahami risiko dari investasi yang dipilih,” ujarnya.

Sementara itu, Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Dosen Bisnis dan Pemasaran UIN, Deny Yudiantoro mengingatkan masyarakat akan banyaknya penipuan investasi yang ditawarkan kepada masyarakat.

Menurutnya, agar tidak terjerumus dalam tawaran investasi abal-abal, ada dua hal yang perlu dipastikan, yakni legalitas dan logika.

Legalitas adalah apakah perusahaan terdaftar dan memiliki izin resmi yang sah, maka logis mengenai rasionalitas bagi hasil dari investasi.

“Beberapa ciri investasi curang atau ilegal adalah menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat, menjanjikan bonus dari perekrutan anggota baru, klaim tanpa resiko, atau legalitas yang tidak jelas,” ujar Deny.

Dengan hadirnya program Gerakan Nasional Literasi Digital oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif dan produktif.

Kegiatan ini secara khusus ditujukan kepada masyarakat di wilayah Kalimantan dan sekitarnya yang tidak hanya bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang cerdas, tetapi juga membantu menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dalam memanfaatkan internet secara positif, kritis dan kreatif di era industri 4.0.

Baca juga: Kalangan akademisi menekankan pentingnya literasi digital dalam pencegahan kejahatan digital

Baca juga: Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Kementerian Dalam Negeri meluncurkan model pembelajaran literasi digital

Baca juga: Kemenkominfo mendorong ASN untuk meningkatkan pelayanan melalui literasi digital

Reporter: Fathur Rochman
Editor: Suryanto
Redaksi Pandai 2022

Sumber

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *