
aliran digitalisasi terlalu cepat sehingga kita melalui banyak proses evolusi
Jakarta (Partaipandai.id) – Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengajak masyarakat untuk cepat beradaptasi dengan pesatnya perkembangan dunia digital, khususnya di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Menkominfo kemudian mengambil filosofi endemik komodo yang memiliki ketangguhan atau kemampuan bertahan hidup dan beradaptasi dengan berbagai kondisi alam dan zaman.
“(Komodo) bisa mengajari kita banyak hal tentang kekuatan, ketangguhan, atau yang saya sebut adaptif survival skills. Bagi saya, Labuan Bajo lebih dari sekedar tempat yang indah di Indonesia. Tempat ini bersama penghuninya merupakan endemik komodo yang bentuknya menyerupai naga dan memiliki banyak warisan budaya,” kata Johnny G. Plate di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, dalam siaran persnya, Kamis.
Menkominfo menyatakan, semangat adaptasi dan kelangsungan hidup yang ditunjukkan oleh komodo lebih dibutuhkan di era digital yang menuntut kecepatan dan kecerdasan dalam mengikuti perkembangan teknologi.
“Di sini saya dapat mengatakan bahwa semangat seperti ini juga dibutuhkan di era digital sekarang ini,” ujarnya.
Dalam kisah Flores Barat dan sejarah komodo, kemampuan beradaptasi dan bertahan hidup membutuhkan banyak waktu dan usaha. Oleh karena itu, Johnny melihat kolaborasi sebagai satu-satunya cara untuk bertahan dari tantangan digital.
“Saya bertanya kepada kita semua malam ini, bisakah kita bekerja secara individu? Pelan tapi pasti dan masih bertahan dari disrupsi digital? Saya yakin, secara individu kita hanya bisa berharap bisa mengatasi waktu tapi tidak bisa beradaptasi,” ujarnya.
“Karena arus digitalisasi terlalu cepat, banyak proses evolusi yang kita lalui. Kolaborasi adalah satu-satunya cara bertahan hidup, bersama-sama kita kataliskan proses adaptasi sambil berpegangan tangan,” ujarnya.
Untuk itu, ia berharap Pertemuan Kelompok Kerja Ekonomi Digital ketiga dan ke depan dapat menuai hasil yang maksimal, yakni memajukan adaptasi digital ke dalam kehidupan masyarakat.
Reporter: Livia Kristianti
Redaktur: Alviansyah Pasaribu
Redaksi Pandai 2022

