Mahfud MD: KPU bodoh kalau mau mengintervensi

“Pemerintah jangan ikut campur. Itu hoax juga berita. Katanya ada campur tangan dari istana. Saya malah tegur. Tanggal 10 November ada laporan, ‘Pak, KPU tidak adil, pihak A disuruh masuk, pihak B tidak boleh masuk’. Saya panggil, hanya itu

Jakarta (Partaipandai.id) – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengatakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan bertindak bodoh jika pihak luar ikut campur.

“KPU saja yang bodoh kalau mau mengintervensi. Undang-undang bilang independen, ada yang diintervensi partai politik, pemda, kepala desa, itu bodoh,” kata Mahfud MD di Istana Kepresidenan, Jakarta. , Jumat.

Sebelumnya, perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil Jaga Pemilu Bersih Hadar Nafis Gumay mengungkap dugaan kecurangan pemilu pada tahap verifikasi parpol saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi II DPR RI di Jakarta, Rabu (11/1). ).

Saat itu, Hadar memaparkan bukti percakapan terkait tudingan dari aplikasi pesan WhatsApp terkait verifikasi faktual Partai Gelora.

“Pemerintah jangan ikut campur. Itu hoax juga berita. Katanya ada campur tangan dari istana. Saya malah tegur. Tanggal 10 November ada laporan, ‘Pak, KPU tidak adil, pihak A disuruh masuk, pihak B tidak boleh masuk’. Saya panggil, itu saja,” kata Mahfud.

Mahfud kemudian mengaku memanggil Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komisi Pemilihan Umum Bernad Dermawan Sutrisno.

“Pak Bernard banyak informasi seperti ini kan? Lalu jawabannya ‘Tidak pak, tegak lurus,’” kata Mahfud.

Mahfud kemudian menceritakan isi pembicaraannya dengan Sekjen KPU Bernard Dermawan.

“Jangan main-main, semua pihak, kalau yang satu dikasih begini, yang lain dikasih begini. Jangan terima perintah dari orang lain. Makanya banyak berubah bentuk. Saya ingatkan itu, saya tidak ikut campur. ,” jelas Mahfud.

Mahfud mengaku menelepon Bernard Dermawan pada 10 November 2022 dan tidak pernah menelepon lagi setelah itu.

“Saya (panggilan) 10 November. Saya tidak pernah berhubungan dengan dia pada 10 Januari. Hanya sekali pada 10 November, ketika pihak mengeluh kepada saya, ‘Pak, partai saya tidak masuk’. Mengapa? ‘Ada perintah dari ini ‘. Pak, partai saya tidak masuk tapi dimasukkan. Saya tidak mau tahu benar atau tidak, tapi saya telepon tanggal 10 November dan tidak lebih dari itu,” kata Mahfud.

Jika Hadar Nafis memiliki bukti terkait dugaan intervensi tersebut, menurut Mahfud, Hadar harus membuktikannya.

“Pak Hadar kenapa tidak menelpon saya? Dia teman saya. Benarkah bapak datang? partai masuk atau tidak masuk,” kata Mahfud.

Dia juga menegaskan, pemerintah tidak melakukan intervensi apapun terhadap KPU.

“Saya tidak akan mengintervensi. Jika ada, laporkan saja kepada saya. Siapa yang mengintervensi?” kata Mahfud.

Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi II DPR, Perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil Kawal Pemilu Bersih Hadar Nafis Gumay sempat menunjukkan layar yang diduga melakukan percakapan dengan anggota KPU Provinsi, di mana ia menilai ada Kerusuhan akibat dugaan intervensi KPU Pusat.

Tak hanya itu, juga terbaca percakapan anggota KPU Provinsi terkait intervensi ini. Dalam percakapan yang ditampilkan, ada tudingan dari Istana dan Menko Polhukam lolos verifikasi faktual Partai Gelora.

Reporter: Desca Lidya Natalia
Editor: Agus Setiawan
HAK CIPTA © Partaipandai.id 2023

Sumber

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *