Mahfud: Pemerintah memberikan santunan sosial kepada korban tragedi Kanjuruhan

Jakarta (Partaipandai.id) – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengatakan pemerintah akan memberikan santunan sosial kepada seluruh korban tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10) malam. .

“Pemerintah akan segera menindaklanjuti bantuan sosial yang akan dilakukan dalam satu atau dua hari ke depan mengenai bentuk dan macamnya,” kata Mahfud saat konferensi pers di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Senin.

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, kata dia, hal itu merupakan salah satu keputusan yang diambil dalam rapat koordinasi antara dirinya dengan sejumlah pihak. Di antaranya, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Menteri Kesehatan, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Menteri Sosial, Panglima TNI. , Kapolri, KONI, PSSI di Kantor Kemenkopolhukam, Senin pagi.

Selain memberikan bantuan sosial, sebelumnya, Mahfud juga mengatakan bahwa pemerintah membentuk tim pencari fakta bersama (TGIPF) independen untuk menyelidiki tragedi di Stadion Kanjuruhan.

Tim tersebut dipimpin langsung oleh Mahfud dan melibatkan anggota dari pejabat atau perwakilan kementerian terkait, organisasi olahraga sepak bola profesional, pemerhati, akademisi, dan media massa.

Mahfud juga mengatakan bahwa anggota TGIPF akan diumumkan paling lambat dua puluh empat (24) jam ke depan. Tim kemudian akan menyelesaikan tugas penyelidikan tragedi Kanjuruhan dalam dua hingga tiga minggu ke depan.

Untuk saat ini, sebelum tim diumumkan atau selesai tugasnya, Mahfud mengatakan pemerintah memberikan tugas atau mengambil langkah-langkah jangka pendek. Antara lain, memerintahkan Polri untuk segera mengungkap pelaku tindak pidana penyebab tragedi Kanjuruhan dan segera mengumumkan kepada masyarakat jika memenuhi syarat untuk ditindak.

“Polri juga diminta mengevaluasi pelaksanaan pengamanan di wilayah setempat,” kata Mahfud.

Kemudian, lanjutnya, Panglima TNI Andika Perkasa diminta bertindak cepat sesuai ketentuan yang berlaku untuk mengusut kebenaran terkait keterlibatan personel TNI yang berada di luar kewenangannya, seperti terlihat dalam beberapa video yang beredar di masyarakat.

“Selanjutnya Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akan segera mengambil tindakan agar PSSI dapat dikendalikan dengan baik,” lanjut Mahfud.

Sejauh ini, menurut Mahfud, korban tewas dalam tragedi di Kanjuruhan itu mencapai 125 orang.

“Mudah-mudahan tidak bertambah karena sekarang masih ada orang di rumah sakit dan sebagainya. Kalau tidak bertambah, kita akan menjadi negara ketiga terbesar dunia sepak bola yang membunuh korbannya. Pertama, Peru dengan 328 korban. Kemudian, Ghana dengan 126 orang dan Indonesia sekarang dengan jumlah korban 125 korban,” katanya.

Baca juga: Mahfud: Pemerintah bentuk TGIPF untuk mengusut tragedi Kanjuruhan

Baca juga: Mahfud menggelar rapat koordinasi membahas penanganan tragedi Kanjuruhan

Baca juga: KPAI meminta pemerintah membantu pemulihan anak-anak korban tragedi Kanjuruhan

Reporter: Tri Meilani Ameliya
Editor: Nurul Hayat
Redaksi Pandai 2022

Sumber

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *