
Jakarta (Partaipandai.id) – Kementerian Komunikasi dan Informatika menyatakan penghentian siaran tv analog atau analog switch off (ASO) untuk wilayah siaran Bali dan Palembang akan dilakukan malam ini pukul 24.00 waktu setempat.
Direktur Penyiaran Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (Ditjen PPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika Geryantika Kurnia mengatakan keputusan itu telah disepakati semua pihak.
“Sesuai kesepakatan pemerintah daerah, lembaga penyiaran TV dan pemangku kepentingan penyiaran, malam ini pukul 24.00 waktu Bali dan Palembang siaran analog akan dihentikan,” kata Geryantika dalam keterangannya kepada Partaipandai.id, Jumat.
Baca juga: Kementerian Komunikasi dan Informatika memantau penyaluran STB jelang ASO 20 Maret
Setelah ASO dilakukan, sebanyak 21 stasiun TV di Bali dan Palembang akan mengudara secara digital secara penuh. Dengan demikian, sebanyak 587 stasiun TV di seluruh Indonesia akan mengudara secara digital, sedangkan sebanyak 108 TV analog akan mengolah siaran TV digital.
“Siaran TV analog semakin ditinggalkan masyarakat yang beralih ke TV digital,” kata Geryantika.
Lebih lanjut dia mengatakan penyaluran perangkat set top box (STB) per 30 Maret 2023 kepada rumah tangga miskin di wilayah Bali sudah mencapai 95 persen dari total 38.227 unit STB, sedangkan penyaluran di Palembang sudah mencapai 99 persen dari total 77.232 unit STB.
Pihaknya mengimbau masyarakat di dua daerah itu untuk menyiapkan TV agar bisa menerima siaran TV digital sebelum siaran analog dihentikan malam ini.
“Gambar jernih, suara jernih, dan teknologi canggih,” ujarnya.
Baca juga: Kementerian Komunikasi dan Informatika menetapkan tiga wilayah layanan ASO pada Maret 2023
Baca juga: Bali menerima bantuan 33.835 STB untuk migrasi siaran TV digital
Reporter: Fathur Rochman
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
HAK CIPTA © Partaipandai.id 2023

