Merayakan puisi The Bitch di hari kelahirannya

Itu sebabnya kami menyusun acara konser puisi

Jakarta (Partaipandai.id) – Gramedia Pustaka Utama (GPU) memperingati 100 tahun Chairil Anwar dengan menghadirkan penulis dan musisi yang membacakan puisi karya penyair berjuluk The Bitch Animal.

Acara bertajuk “Konser Puisi 100 Tahun Chairil Anwar” ini digelar di Gramedia Matraman, Jakarta. Acara ini merupakan puncak dari acara yang digagas Gramedia setelah menghadirkan konsep serupa di Yogyakarta pada 14 Juli 2022 dan Bali pada 16 Juli 2022.

Acara puncak juga dimeriahkan oleh penulis seperti Djenar Maesa Ayu, Ratih Kumala, Cyntha Hariadi, Gratiagusti Chananya Rompas, Yoshi Fe, Patricia Wulandari, serta para musisi Efek Rumah Kaca, dan putri penyair Evawani Chairil Anwar.

Baca juga: Abad Chairil Anwar dimeriahkan dengan lomba puisi

Satu persatu pengisi acara tampil membacakan puisi-puisi Chairil seperti “Catatan tahun 1946”, “Taman”, “Doa”, “Aku Kembali”, “Cintaku Jauh di Pulau”, hingga skenario yang ditulis Sjumandjaja berjudul “Aku ” .

“Saya tidak akan memberikan kata pengantar apapun, saya ingin mengatakan bahwa mungkin Chairil ingin dikenang oleh kita membaca ulang puisi-puisinya dan menafsirkannya kembali dalam konteks zaman kita,” kata General Manager Penerbit Gramedia Pustaka Utama Andi Tarigan saat membuka acara di Jakarta, Selasa.

Redaktur Sastra Gramedia Pustaka Utama (GPU) Mirna Yulistianti mengatakan acara “Konser Puisi” diadakan bertujuan untuk mengenalkan kembali puisi-puisi Chairil, termasuk mulai dari modernisasi bahasa Indonesia yang dibuat Chairil dalam puisi-puisinya hingga pengaruh Chairil terhadap dunia puisi. hari ini.

Mirna yakin para pengisi acara “Konser Puisi” di Jakarta, termasuk dua kota sebelumnya, memiliki semangat dan semangat yang sama dengan Chairil untuk terus menyuarakan kegelisahan yang terjadi di masyarakat.

Baca juga: Rekonstruksi Chairil Anwar Park Malang ditargetkan selesai Juli 2019

“Makanya kami mengkonsep acara konser puisi, menggabungkan sastrawan dengan musisi yang kami yakini memiliki semangat yang sama,” kata Mirna saat ditemui Partaipandai.id.

Sebagai editor karya sastra, Mirna sendiri memandang Chairil sebagai sosok total dalam karyanya, serta seorang pembaca dan penerjemah yang sangat rajin. Chairil mampu mereformasi puisi dengan warna yang berbeda dibandingkan dengan penyair-penyair lain pada periode sebelumnya.

Ia juga mengajak para pembaca untuk membuka dan mengenali kembali karya-karya Chairil karena upaya ini merupakan wujud apresiasi sejati.

“Dia penyair yang harus kita kenal dari karya-karyanya, kecintaannya pada bahasa Indonesia, bukan hanya dari cerita-ceritanya tentang perempuan atau gosip. Saya kira itu yang harus kita kembalikan, mengenali Chairil dari karya-karyanya,” kata Mirna.

Baca juga: Dubes Ukraina: Chairil Anwar Berperan Besar dalam Perjuangan Indonesia

Baca juga: “I’m a Bitch” akan dirilis dengan sampul baru

Baca juga: Chairil Anwar akan diusulkan sebagai pahlawan nasional

Reporter: Rizka Khaerunnisa
Redaktur : Suryanto
Redaksi Pandai 2022

Sumber

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *