
Jakarta (Partaipandai.id) – Ahli dari Wakil Ketua MPR Arimbi Haroepoetri mengatakan partisipasi masyarakat dalam membuat solusi dapat mengurangi konflik sumber daya alam.
“Partisipasi adalah kuncinya, begitu partisipasi masyarakat hilang, akan terjadi konflik,” kata Arimbi saat presentasi pada Peringatan Pengesahan CEDAW online di Jakarta, Rabu.
Arimbi menyoroti lambatnya penanganan konflik sumber daya alam di Indonesia.
Begitu juga dengan kasus Wadas pada tahun 2020 yang akan dijadikan wilayah pertambangan oleh pemerintah dan disebut tanpa konsultasi dengan masyarakat.
Namun kenyataannya, kekuasaan rakyat tidak sama dengan negara sehingga aspirasi rakyat seringkali tidak terserap dengan baik.
Pemerintah dan masyarakat memiliki peran dalam menyelesaikan konflik sumber daya alam, termasuk negara diminta terbuka untuk menghasilkan kebijakan dan memberikan ruang yang lebih besar bagi partisipasi masyarakat yang tulus.
Lalu bagaimana masyarakat dan para pendampingnya yaitu pemerintah atau instansi terkait lebih solid dalam rangka membentuk people power sehingga kesetaraan bisa lebih ‘meninju’ dalam pengambilan keputusan.
Reporter: Yana Sandwidya
Editor: Joko Susilo
Redaksi Pandai 2022

