
Solo (Partaipandai.id) –
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menjawab kemungkinan berkoalisi dengan PDIP pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
“Yang jelas kalau kita bicara koalisi partai politik, semuanya masih terbuka untuk berubah. Jadi dalam satu koalisi bisa bertambah, bisa juga berkurang,” kata Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani di Solo, Jumat.
Namun, dia mengapresiasi mereka yang menyuarakan pembentukan koalisi antara PPP dan PDIP. Apalagi PDIP merupakan partai politik terbesar di Indonesia.
“Tapi ini proses yang sedang berlangsung, bicara dengan koalisi bicara platform ke depan. Kemana Indonesia dibawa setelah 2024 atau periode 2024-2029. Yang jelas PPP menginginkan kesinambungan pembangunan,” ujarnya.
Dia berharap, apa yang sudah digarap Presiden Joko Widodo selama sepuluh tahun terakhir tidak berhenti begitu saja.
“Itu prinsip PPP, artinya parpol memenuhi asas kesinambungan, sehingga kemungkinan berkoalisi terbuka lebar. PPP dan PDIP cocok, Golkar cocok, Gerindra cocok, PAN cocok, PKB cocok,” dia berkata.
Disinggung soal pembicaraan antara PPP dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto soal koalisi, dia tak mengelak. Bahkan, sampai saat ini pembicaraan masih berlangsung.
“Mas Hasto bertemu dengan Mas Romy (Muhammad Romahurmuziy) mantan Ketua Umum PPP. Komunikasi kita dengan PPP sebagai bagian dari KIB (Koalisi Indonesia Bersatu) terus berlanjut, kita lihat seberapa sempitnya. Koalisi masih dinamis,” ujarnya. dikatakan.
Bahkan, menurut dia, tidak menutup kemungkinan PDIP bergabung dengan KIB yang di dalamnya terdapat PAN, PPP, dan Partai Golkar.
“Kenapa tidak,” katanya.
Sementara soal capres dan cawapres yang akan diusung KIB, dia masih enggan menyebutkan.
“Ya belum. Koalisi dulu, baru kita bicara orangnya,” ujarnya.
Disinggung soal kenaikan nama Ganjar Pranowo-Erick Thohir, dia menyebut dua nama itu bagian dari pertimbangan KIB.
Reporter: Aris Wasita
Editor: Budi Suyanto
HAK CIPTA © Partaipandai.id 2023

