
Bandarlampung (Partaipandai.id) – Pengurus Daerah Nahdlatul Ulama Lampung memastikan pembangunan gedung Nahdliyin Center Lampung merupakan inisiatif mantan Rektor Universitas Lampung Karomani dan tidak melibatkan organisasi NU.
“Perlu kami informasikan bahwa gedung ini dibangun atas inisiatif Karomani sendiri, sama sekali tidak melibatkan NU secara organisasi di semua tingkatan, baik PBNU, PWNU, PCNU dan sebagainya,” kata Wakil Ketua PWNU Lampung Juwendra Asdiansyah di Bandarlampung, Sabtu.
Menurut dia, fakta tersebut sebagaimana diungkapkan kuasa hukum Karomani, korespondensi terkait pembangunan gedung Nahdliyin Center (LNC) Lampung itu atas nama pribadinya dan bukan asosiasi NU.
“Dari sini terbukti bahwa LNC itu milik pribadi, bukan milik organisasi NU. Jadi, kami pun tidak tahu dari mana dana pembangunan itu dan apakah itu semua digunakan untuk LNC,” kata Juwendra.
Dikatakannya, persoalan Karomani ada pada kapasitasnya sebagai Rektor Unila dan bukan sebagai salah satu Wakil Ketua PWNU Lampung. Jadi, perbuatan itu murni dari pribadi Karomani dan tidak ada kegiatan atau program PWNU sama sekali.
“Secara organik, semua aset milik NU terdaftar secara sah, diaktakan dan disahkan oleh lembaga negara yang berwenang atas nama persatuan NU, bukan atas nama pribadi. Namun, faktanya gedung LNC itu sesuai dengan Karomani bukan NU. PWNU dalam kasus Karomani saat ini,” katanya.
Mereka juga tidak mengetahui apakah aliran dana yang digunakan untuk pengembangan LNC tersebut berasal dari kegiatan yang diduga melanggar hukum.
“Jelas tidak mungkin PWNU mengetahui jika ada indikasi perbuatan melawan hukum yang kita semua tahu itu perbuatan dosa, melawan aturan agama atau perbuatan melawan hukum. Kalau kita tahu pasti, NU tidak akan merestui, apalagi terlibat,” ujarnya. .
Mantan Rektor Universitas Lampung (Unila) Karomani yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK telah menjalani pemeriksaan dalam kasus dugaan korupsi suap penerimaan mahasiswa baru dari perguruan tinggi negeri melalui jalur independen.
Kuasa hukum Karomani dalam suatu kesempatan mengatakan, uang dari orang tua mahasiswa lulusan FK Unila itu diserahkan untuk pembangunan gedung Lampung Nahdliyin Center (LNC).
Reporter: Dian Hadiyatna
Redaktur: Didik Kusbiantoro
Redaksi Pandai 2022

