
Anggota Fraksi Partai Golkar di DPR RI itu mengatakan, keputusan Pakde Karwo masuk ke Partai Golkar tidaklah mengejutkan. Sebab, Soekarwo merupakan politikus berlatar belakang birokrasi.
Surabaya, HB.net – Soekarwo, mantan Gubernur Jawa Timur dua periode, akhirnya bergabung dengan Partai Golkar. Pria yang akrab disapa Pakde Karwo ini sebelumnya adalah kader Partai Demokrat dan pernah memimpin Partai Demokrat Jatim selama dua periode.
Politisi senior Partai Golkar, Ridwan Hisjam, mengatakan Soekarwo masuk ke kepengurusan DPP Partai Golkar sebagai Wakil Ketua Dewan Pakar. Hal itu berdasarkan Surat Keputusan Nomor 2 SKEP-492/DPP/Golkar/XI/2022 tanggal 22 November 2022.
“Berisi susunan Dewan Pakar DPP Partai Golkar masa bakti 2019-2024 sebagai hasil perubahan. Yakni, mengangkat Dr. H. Soekarwo SH MHum sebagai Wakil Ketua Dewan Pakar DPP Partai Golkar. Sedangkan Ketua Dewan Pakar DPP Partai Golkar sendiri saat ini Ir. Agung Laksono,” kata Ridwan Hisjam kepada wartawan di kediamannya di kawasan Jemursari, Surabaya, Senin (2/1/2023) malam.
Anggota Fraksi Partai Golkar di DPR RI itu mengatakan, keputusan Pakde Karwo masuk ke Partai Golkar tidaklah mengejutkan. Sebab, Soekarwo merupakan politikus berlatar belakang birokrasi.
Soekarwo bahkan pernah menjabat sebagai Sekretaris Daerah, jabatan birokrat tertinggi di Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebelum terpilih menjadi Gubernur Jawa Timur pada pilkada 2008 lalu. Kemudian Soekarwo terpilih kembali pada Pilkada 2013.
“Doktrin Partai Golkar adalah kerja dan kerja, jadi wajar jika Soekarwo yang berlatar belakang birokrasi masuk ke Partai Golkar,” ujar Tatok, sapaan akrab Ridwan Hisjam.
Sekadar informasi, Soekarwo saat ini tercatat sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres RI). Mantan orang nomor satu di Jawa Timur yang berasal dari Madiun ini juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT Semen Indonesia, setelah menyelesaikan masa jabatannya sebagai Gubernur Jawa Timur.
Sebelum mantan Ketua Umum PA GMNI itu bergabung dengan Partai Golkar, menantunya Bayu Airlangga sudah lebih dulu bergabung dalam kepengurusan DPD Partai Golkar Jatim. Atas putusan itu, Bayu melepas statusnya sebagai Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Jatim dan Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim.
Bayu adalah Pj Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim bersaing dengan Wakil Gubernur Jatim yang juga Pj Ketua DPD Jatim, Emil Dardak sebagai Calon Ketua DPD Jatim. Dalam Musda VI, Bayu Airlangga mendapat dukungan 25 DPC, sedangkan Emil Dardak didukung 13 DPC. Namun, DPP Partai Demokrat lebih memilih Emil Dardak sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jatim periode 2022-2027. (mdr/ns)

