
Memuat…
Suku bunga kredit yang tinggi dinilai menguntungkan bank. Foto/MPI
Baca juga: Mencari! Menantu idaman berprofesi perbankan, intip daftar gajinya
“Bila bicara kenaikan suku bunga, sebenarnya Anda sedang menari di atas penderitaan semua orang. Saya sendiri sangat berbeda dengan kenaikan suku bunga, wajah Anda terlihat lebih bahagia,” kata Sri.
Fenomena suku bunga yang tinggi pada dasarnya merupakan margin keuntungan tersendiri bagi perbankan. Suku bunga otomatis mempengaruhi bunga kredit bank, sehingga semakin banyak beban yang diberikan kepada masing-masing peminjam.
Menanggapi sindiran Sri Mulyani, Ekonom LPEM FEB Universitas Indonesia (UI) Teuku Riefky mengatakan, memang bank diuntungkan dengan tingginya suku bunga. “Keuntungan bank adalah suku bunga yang tinggi menghasilkan pengembalian kredit yang lebih tinggi,” kata Teuku kepada MNC Portal Indonesia di Jakarta, Selasa (10/1/2023).
Namun di sisi lain, kata dia, sebenarnya ada biaya yang harus dibayar, karena biaya bunga deposito mengalami kenaikan. Terlebih lagi, untuk jangka panjang, kecil kemungkinan suku bunga akan tinggi.
Baca juga: Gibran Larang Jan Ethes dan Manah Main Lato-Lato Valley
“Kemungkinan kecil, karena suku bunga biasanya akan mengikuti pola inflasi,” kata Teuku.
(uka)

